Pasuruan Gempar, Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Plus Pencucian Uang

Jumat, 19 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan bersama jajaran Forkopimda menunjukkan barang bukti dan para tersangka jaringan narkoba saat konferensi pers Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025 di Mapolres Pasuruan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan bersama jajaran Forkopimda menunjukkan barang bukti dan para tersangka jaringan narkoba saat konferensi pers Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025 di Mapolres Pasuruan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Polres Pasuruan berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan peredaran barang haram. Dari operasi tersebut, sembilan orang tersangka berhasil diamankan beserta barang bukti sabu, ekstasi, ganja, hingga aset miliaran rupiah.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari laporan masyarakat pada Juli, Agustus 2025 mengenai aktivitas mencurigakan di wilayah Wonosunyo. Polisi kemudian bergerak cepat dan menangkap dua tersangka berinisial K (48) dan MA (35) di sebuah vila di Kota Batu.

“Hasil interogasi mengarah pada rantai distribusi yang melibatkan wilayah Bali hingga Pasuruan. Dari pengembangan kasus ini, tujuh tersangka lainnya berhasil kami amankan,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Pasuruan, Rabu (17/9/2025).

Para tersangka yang ditangkap rata-rata merupakan warga Gempol, Prigen, dan Pandaan, dengan profesi beragam mulai dari karyawan swasta hingga wiraswasta.

Selain narkoba, penyidik juga menemukan praktik tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan tersangka K sejak 2021. Uang hasil penjualan narkoba disamarkan dengan membeli aset atas nama pribadi maupun identitas fiktif.

Kasatresnarkoba Polres Pasuruan, Iptu Yoyok Harianto, mengungkapkan bahwa modus yang digunakan pelaku antara lain melalui transaksi tunai dan perbankan.
“Mereka menyamarkan hasil kejahatan dengan pembelian aset dan instrumen perbankan,” jelasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi sabu seberat 342,7 gram, ekstasi 727 butir, dan ganja 20,9 gram. Sementara dari hasil TPPU, polisi menyita aset senilai Rp3 miliar, berupa tiga unit dump truck tronton, satu Daihatsu Terios, satu Daihatsu Grandmax, dua sepeda motor, serta satu set sound system.
Dirresnarkoba Polda Jatim, Kombes Pol Robert Da Costa, menegaskan bahwa pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam memiskinkan bandar narkoba.
“Nilai aset yang berhasil diselamatkan mencapai Rp3 miliar. Kami akan terus mendalami dan mengejar aset lain agar jaringan ini benar-benar lumpuh,” tegasnya.

Ia juga menyebut, Pasuruan kini menempati peringkat ketiga dalam jumlah pengungkapan kasus pada Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025. “Capaian ini positif, tetapi sekaligus mengingatkan kita bahwa potensi peredaran narkoba di wilayah Pasuruan masih sangat tinggi,” tambahnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara hingga hukuman mati. Khusus tersangka K, juga dikenakan UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara serta denda hingga Rp10 miliar.

“Pasuruan harus kita bersihkan dari jaringan narkoba. Tidak ada ruang bagi bandar maupun pengedar, semua akan kami kejar,” pungkas AKBP Jazuli.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Berita Terbaru