Pemkab Asahan Perkuat Jaminan Ketenagakerjaan Pekerja Sosial Keagamaan

- Redaksi

Rabu, 24 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Asahan Rianto membuka sosialisasi perlindungan pekerja sosial keagamaan dalam program BPJS Ketenagakerjaan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Wakil Bupati Asahan Rianto membuka sosialisasi perlindungan pekerja sosial keagamaan dalam program BPJS Ketenagakerjaan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

ASAHAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Asahan menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja sosial keagamaan melalui program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan tahun 2025. Upaya ini diwujudkan lewat kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (22/12/2025).

Program tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Asahan dalam memastikan kelompok pekerja sosial keagamaan memperoleh perlindungan kerja yang layak dan berkelanjutan, seiring tingginya risiko yang dihadapi dalam aktivitas pengabdian mereka di tengah masyarakat.

Sosialisasi dibuka langsung Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.AP, dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Asahan Hendrik, Head of Business Development BPJS Ketenagakerjaan dr. Maria Goretti Novianty Hutahuruk, Sp.B, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Kisaran Ruby Hacidi, serta para peserta dari berbagai unsur pekerja sosial keagamaan.

Perlindungan ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Bupati Asahan Nomor 22 Tahun 2025, yang mengalokasikan anggaran daerah untuk melindungi bilal mayit, penggali kubur, guru mengaji, nadzir masjid, hingga guru sekolah minggu. Melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, para peserta memperoleh jaminan kecelakaan kerja dan santunan kematian.

Wakil Bupati Rianto menegaskan, pekerja sosial keagamaan memiliki peran vital dalam menjaga harmoni sosial dan nilai keagamaan di masyarakat. Karena itu, negara wajib hadir memberikan rasa aman bagi mereka.

“Perlindungan ini bukan sekadar program, tetapi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka. Pemerintah daerah ingin memastikan mereka bekerja dengan tenang dan bermartabat,” ujarnya.

Pada 2025, sebanyak 1.500 pekerja sosial keagamaan menerima subsidi iuran selama 12 bulan. Jumlah tersebut direncanakan meningkat menjadi 1.600 orang pada 2026, seiring perluasan cakupan jaminan sosial daerah. Pemkab Asahan berharap kebijakan ini mampu memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja sosial keagamaan secara berkelanjutan.

Lainnya:

Penulis : Joko

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pelayanan Publik Dipertaruhkan, Personel Polsek Tikung Jalani Tes Kesehatan
UMKM Banyuwangi Dapat HKI Murah, Produk Makin Aman
Sumur Bor Kementan Bikin Panen Banyuwangi Meledak
Banyuwangi Disorot Nasional, Sabet Penghargaan Ekosistem Halal dari UB
Sekda Malang Dorong Dharma Wanita Perkuat SDM dan Pelayanan
Bupati Malang Sidak RSUD Kanjuruhan, Antrean Obat Jadi Sorotan
Menaker Alarm Bahaya Global, Buruh dan Pengusaha Diminta Bersatu
Kemnaker Buka Akses Kerja Mantan Napi, Dorong Dunia Kerja Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:22 WIB

Pelayanan Publik Dipertaruhkan, Personel Polsek Tikung Jalani Tes Kesehatan

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:20 WIB

UMKM Banyuwangi Dapat HKI Murah, Produk Makin Aman

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:14 WIB

Sumur Bor Kementan Bikin Panen Banyuwangi Meledak

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:09 WIB

Banyuwangi Disorot Nasional, Sabet Penghargaan Ekosistem Halal dari UB

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:02 WIB

Sekda Malang Dorong Dharma Wanita Perkuat SDM dan Pelayanan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi menyerahkan surat rekomendasi HKI kepada pelaku UMKM saat program Bunga Desa di Balai Desa Kaotan, Kamis (7/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemerintahan

UMKM Banyuwangi Dapat HKI Murah, Produk Makin Aman

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:20 WIB

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meresmikan rumah pompa dan sumur bor bantuan Kementan di Desa Kaotan, Kamis (7/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemerintahan

Sumur Bor Kementan Bikin Panen Banyuwangi Meledak

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:14 WIB

Sekda Kabupaten Malang bersama Ketua DWP saat pembinaan organisasi di DPMPTSP, Kamis, 7 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemerintahan

Sekda Malang Dorong Dharma Wanita Perkuat SDM dan Pelayanan

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:02 WIB