Pemkab Banyuwangi Apresiasi Guru Ngaji Lewat Insentif

Kamis, 23 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan secara simbolis insentif kepada guru ngaji saat upacara peringatan Hari Santri Nasional di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (22/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan secara simbolis insentif kepada guru ngaji saat upacara peringatan Hari Santri Nasional di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (22/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyalurkan insentif kepada 14.241 guru ngaji sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat upacara peringatan Hari Santri di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (22/10/2025).

Upacara yang berlangsung khidmat itu dihadiri ribuan santri, guru ngaji, serta sejumlah pejabat Forkopimda Banyuwangi, termasuk Kapolresta Kombes Pol Rama Samtama Putra, Wakil Bupati Mujiono, perwakilan Dandim 0825, Danlanal Banyuwangi, dan Ketua MUI Banyuwangi Kyai H. Muhaimin Asmuni.

Tahun ini, pemerintah daerah mengalokasikan dana sebesar Rp9,96 miliar untuk program insentif guru ngaji. Bantuan tersebut merupakan bentuk keberlanjutan dari program yang telah dijalankan sejak 2011.

Bupati Ipuk menyampaikan bahwa guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Ia menyebut para guru ngaji tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan nilai-nilai religius yang kuat di masyarakat, guru ngaji bukan sekadar pendidik, tetapi juga pembimbing moral anak-anak. Mereka adalah ujung tombak dalam membangun akhlak generasi penerus bangsa,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan, pemberian insentif ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah atas pengabdian para guru ngaji yang selama ini dengan ikhlas mendidik anak-anak tanpa pamrih.

“Insentif ini memang tidak sebanding dengan keikhlasan dan pengabdian para guru ngaji. Namun kami berharap bisa menjadi wujud perhatian pemerintah daerah terhadap perjuangan mereka,” ujarnya.

Selain guru ngaji, Pemkab Banyuwangi juga memberikan insentif bagi pengajar pendidikan rohani dari berbagai agama lain, termasuk guru sekolah minggu, serta pengajar agama Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan Konghucu di lembaga nonformal.

Salah satu penerima, Lailatul Muawanah dari TPQ Darul Gufron, Kelurahan Kertosari, mengaku bersyukur mendapat bantuan tersebut. Ia menyebut insentif ini menjadi penyemangat untuk terus mengajar dengan keikhlasan.

“Alhamdulillah, bantuan ini bentuk penghargaan pemerintah kepada kami. Ini memotivasi kami untuk terus mendidik anak-anak dengan semangat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ustadzah Marhamah dari Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro. Ia berharap program ini terus berlanjut dan membawa berkah bagi seluruh warga Banyuwangi. “Semoga daerah ini makin maju dan para pemimpinnya selalu diberi keberkahan,” katanya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Banyuwangi, Yusdi Irawan, menjelaskan jumlah penerima tahun 2025 meningkat dari 14.119 menjadi 14.241 orang. Pemerintah setiap tahun melakukan verifikasi agar data penerima tetap akurat.

“Kami rutin memperbarui data, baik untuk menambah guru baru yang belum terdaftar maupun menghapus data guru yang sudah wafat,” kata Yusdi.

Ia menambahkan, penerima insentif adalah guru ngaji yang memiliki minimal sepuluh murid aktif. Dana bantuan disalurkan langsung melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah daerah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian
Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:42

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Berita Terbaru