PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai serius membenahi akar persoalan sepakbola daerah: kualitas pelatih. Melalui program pembiayaan penuh kursus Lisensi D, puluhan pelatih lokal kini digembleng untuk meningkatkan standar pembinaan sejak usia dini.
Program yang berlangsung di Hotel Tretes View sejak Selasa (28/4/2026) ini menyasar 30 pelatih dari 24 kecamatan. Seluruh biaya ditanggung APBD sebagai bagian dari kebijakan strategis pembangunan olahraga daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, menegaskan kebijakan ini lahir dari komitmen Bupati Rusdi Sutejo dalam memperkuat fondasi sepakbola lokal.
“Dalam dua tahun terakhir, hanya Malang dan Kabupaten Pasuruan yang menggelar kursus Lisensi D secara gratis. Ini bentuk keseriusan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menilai, keterbatasan pelatih bersertifikat selama ini menjadi salah satu hambatan utama perkembangan sepakbola di tingkat akar rumput. Tanpa pelatih kompeten, pembinaan di Sekolah Sepak Bola (SSB) sulit menghasilkan pemain berkualitas.
Karena itu, kursus ini dirancang tidak sekadar formalitas. Para peserta dibekali teori di kelas dan praktik langsung di Lapangan Plumbon Pandaan dengan pendampingan pelatih berlisensi resmi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pasuruan, Agus Mashadi, menjelaskan pelatihan berlangsung selama enam hari, hingga 3 Mei 2026.
“Kami pastikan peserta mendapat materi lengkap, mulai dasar hingga pendekatan profesional. Semua dibimbing coach edukator bersertifikat,” katanya.
Dampak kebijakan ini diharapkan langsung dirasakan masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan pelatih yang lebih kompeten, kualitas latihan di SSB meningkat dan peluang lahirnya atlet berprestasi semakin terbuka.
Lebih jauh, program ini juga berpotensi mendorong ekonomi lokal melalui tumbuhnya kompetisi, pembinaan berkelanjutan, hingga peningkatan minat olahraga di masyarakat.
Pemkab Pasuruan menargetkan, dari program ini akan lahir pelatih-pelatih baru yang mampu mengangkat prestasi sepakbola daerah hingga level nasional.
“Lisensi D bukan sekadar sertifikat, tapi bekal untuk membentuk pemain berkarakter dan berprestasi. Harapannya, putra daerah bisa tampil di level lebih tinggi,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar