PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai mematangkan arah pembangunan daerah tahun 2027 dengan menitikberatkan pada penguatan investasi, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Strategi tersebut dirancang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, menyampaikan bahwa tahapan pembangunan 2027 akan diarahkan pada sektor-sektor krusial yang memiliki efek berganda terhadap ekonomi daerah. Salah satu prioritas utamanya adalah penguatan potensi serta regulasi investasi yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pasuruan.
“Tema besar RPJMD kami adalah penguatan pertumbuhan ekonomi dan investasi dengan dukungan kolaborasi vertikal dan horizontal,” ujar Shobih Asrori saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pasuruan 2027.
Selain investasi, Pemkab Pasuruan juga menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai isu strategis. Upaya tersebut dibarengi dengan peningkatan kualitas lingkungan hidup, penguatan mitigasi bencana, serta pemerataan infrastruktur wilayah.
“Isu strategis pembangunan 2027 juga mencakup peningkatan kompetensi SDM dan kualitas infrastruktur secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan,” kata Shobih Asrori.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui skema pendanaan kreatif serta optimalisasi kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas masyarakat, dan media. Digitalisasi tata kelola data dan informasi terintegrasi juga menjadi bagian penting dari agenda reformasi birokrasi daerah.
Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027 digelar di Finna Golf & Country Club, Selasa (13/1/2026), sebagai wujud pendekatan partisipatif dalam perencanaan pembangunan. Menurut Shobih, forum ini membuka ruang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan masukan demi penyempurnaan dokumen perencanaan.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana, menyebut forum tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai unsur, mulai Forkopimda, perangkat daerah, Bappeda Provinsi Jawa Timur, instansi vertikal, tokoh agama, pimpinan lembaga pendidikan dan pesantren, hingga pelaku usaha dan perbankan.
“Seluruh masukan akan dituangkan dalam berita acara dan menjadi bahan penyempurnaan Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pasuruan 2027,” jelas Bakti.
Sebagai tindak lanjut, Wakil Bupati Pasuruan bersama pimpinan DPRD dan jajaran terkait menandatangani berita acara forum tersebut. “Hasil konsultasi publik ini akan menjadi fondasi finalisasi RKPD 2027 sebelum masuk ke tahapan perencanaan berikutnya, sekaligus menentukan arah pembangunan Pasuruan dalam beberapa tahun mendatang,”tutupnya.
Lainnya:
- Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
- Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif
- 1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin








