Pemprov Jatim Raih Dua Penghargaan, Khofifah Tegaskan Komitmen Kesehatan

Sabtu, 29 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kembali mendapat pengakuan nasional. Pada ajang Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2025 yang digelar Kementerian Kesehatan RI, Jatim berhasil memboyong dua penghargaan prestisius sekaligus.

Provinsi ini dinobatkan sebagai Terbaik 2 Tim Pembina KKS Tingkat Provinsi 2025. Pencapaian tersebut menjadi bukti keberhasilan Pemprov Jatim dalam melakukan pendampingan berkelanjutan kepada kabupaten/kota sehingga implementasi indikator KKS berlangsung optimal sepanjang tahun. Selain itu, Jawa Timur menerima Tanda Penghargaan STBM setelah resmi mencapai status Provinsi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) atau ODF 100 persen, indikator penting yang menunjukkan peningkatan signifikan di sektor sanitasi.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (28/11).

Gubernur Khofifah menyebut capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pemerintah daerah, tetapi juga cermin keberhasilan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. “Prestasi ini tidak lahir dalam semalam. Ini hasil kerja keras para tenaga kesehatan, kader, forum KKS, pemerintah kabupaten/kota, hingga masyarakat yang terus menjaga pola hidup bersih. Penghargaan ini adalah untuk seluruh warga Jawa Timur,” ujarnya di Surabaya, Sabtu (29/11).

Ia menegaskan, keberhasilan mencapai status ODF 100 persen menandai perubahan besar dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat. Menurutnya, perbaikan sanitasi berkontribusi langsung pada penurunan penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan infeksi saluran pencernaan. “Ketika masyarakat serius menjaga sanitasi, dampaknya terasa langsung. Angka penyakit lingkungan turun, dan ini sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting,” jelasnya.

Khofifah menilai Tim Pembina KKS memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memastikan program kesehatan berjalan konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia pun mengapresiasi komitmen tim yang dinilai konsisten melakukan pendampingan dan advokasi di daerah. “Mereka ini para penggerak di lapangan. Ketekunan mereka memastikan perubahan terus terjadi,” tambahnya.

Di sisi lain, pencapaian STBM dianggap sejalan dengan agenda peningkatan derajat kesehatan masyarakat Jawa Timur. Perubahan perilaku dinilai semakin meluas, mulai dari pedesaan hingga kawasan perkotaan. “Sekarang kesadaran hidup sehat makin tumbuh. Masyarakat paham bahwa sanitasi bukan hanya soal fasilitas, tetapi gaya hidup,” ujar Khofifah.

Ia mengajak seluruh elemen pentahelix—pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media—untuk terus memperkuat aksi kolektif demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni. “Mari jadikan penghargaan ini sebagai pemantik semangat menuju Indonesia Sehat dan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal
BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya
Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:00

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal

Kamis, 5 November 2026 - 20:53

BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Berita Terbaru