MADIUN, RadarBangsa.co.id – Pendopo Muda Graha, Madiun, berubah menjadi ruang penuh keharuan pada Kamis (27/11/2025) ketika Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar acara pelepasan purna tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Tontro Pahlawanto. Setelah lebih dari tiga dekade mengabdi, momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang seorang birokrat yang dikenal disiplin, tegas, dan berintegritas.
Acara yang dihadiri jajaran pimpinan daerah itu menghadirkan testimoni para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui tayangan videotron. Dalam rekaman tersebut, banyak pejabat menyebut Tontro bukan sekadar atasan, tetapi juga figur pembimbing yang tak segan turun langsung memberi contoh. Mereka mengenalnya sebagai sosok dengan etos kerja kuat dan keteladanan yang membentuk kultur kerja pemerintahan setempat.
Mengawali sambutannya, Tontro menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan mengabdi selama 33 tahun. Ia menekankan bahwa kepemimpinan di era saat ini tidak lagi berpijak pada jabatan semata, tetapi pada kemampuan melayani masyarakat secara utuh dan transparan.
“Sekarang pemimpin itu pelayan rakyat. Siapapun yang memegang amanah harus sabar, konsisten, dan memahami batas tugasnya. Saya berharap seluruh OPD menjaga komunikasi dan tetap solid menjalankan program daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran pemerintah daerah. Menurutnya, dinamika birokrasi kerap menuntut ketegasan, namun semua itu dijalankan demi kepentingan publik.
“Jika selama saya bertugas ada yang terluka atau tersinggung, saya mohon maaf. Kalau ada tindakan yang terasa tegas, itu semata bagian dari tugas. Saya berterima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati atas kerja sama dan dukungan selama ini,” ungkapnya.
Bupati Madiun dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada Tontro. Baginya, dedikasi Sekda selama tiga dekade mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan yang digariskan Ki Hajar Dewantara: memberi teladan di depan, membangun semangat di tengah, serta memberikan dorongan dari belakang.
Menurut Bupati, sosok Tontro juga dikenal memiliki kepekaan tinggi terhadap isu dan dinamika pemerintahan, bahkan kerap menyelesaikan persoalan sebelum arahan diberikan.
“Beliau ini termasuk orang yang tanggap ing sasmito. Sebelum saya bicara, beliau sudah paham apa yang harus dikerjakan. Ini bukan hanya kemampuan administratif, tetapi intuisi kuat yang layak ditiru generasi berikutnya,” tuturnya.
Bupati menambahkan bahwa perjalanan seorang aparatur negara tidak berakhir di meja administrasi. Menurutnya, purna tugas adalah perpindahan peran, bukan perpisahan nilai.
“Purna tugas hanya persoalan administrasi, tetapi persaudaraan tetap ada. Semoga Pak Sekda sehat, panjang umur, dan terus memberi inspirasi bagi kami semua,” ucapnya sebelum menyerahkan cinderamata sebagai bentuk penghargaan.
Sejumlah pejabat juga menyampaikan harapan agar pengalaman dan pemikiran Tontro tetap dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah, meski tidak lagi berada dalam struktur formal pemerintahan. Banyak yang menilai bahwa ketenangannya dalam mengambil keputusan menjadi salah satu teladan yang membangun birokrasi Kabupaten Madiun.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan salam perpisahan, sementara suasana hangat masih terasa di antara para tamu undangan. Momen itu menandai berakhirnya tugas resmi seorang birokrat yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk kepentingan publik.
Lainnya:
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








