SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa guru memegang peran strategis dalam membentuk karakter dan daya saing generasi masa depan. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur di Graha Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Sabtu (13/12).
Mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”, peringatan ini menjadi ruang refleksi atas kontribusi guru dalam membangun kualitas sumber daya manusia, sekaligus penguatan komitmen bersama menuju Indonesia Emas 2045.
Khofifah menekankan, peran guru tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi mencakup pembentukan nilai, karakter, dan etos kebangsaan peserta didik. Menurutnya, kualitas masa depan bangsa sangat ditentukan oleh mutu pendidik hari ini.
“Guru adalah penjaga masa depan bangsa. Di tangan guru, nilai, ilmu, dan harapan dititipkan. Guru yang bermutu akan melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, tangguh, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Khofifah.
Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para guru yang selama ini mengabdikan diri mendidik generasi penerus bangsa. Khofifah meyakini, berbagai capaian nasional yang akan diraih Indonesia pada 2045 merupakan buah dari ketekunan dan keikhlasan para pendidik saat ini.
“Ketika kelak Indonesia memiliki para pemimpin nasional, pimpinan daerah, bahkan jenderal-jenderal hebat, itu tidak lepas dari peran guru. Apa yang panjenengan tanamkan hari ini akan menjadi bekal masa depan bangsa,” katanya.
Khofifah menilai, dedikasi guru Jawa Timur tercermin dari capaian pendidikan sepanjang 2025. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025, Jawa Timur mencatatkan 27.994 siswa diterima di perguruan tinggi negeri dan menjadi yang tertinggi secara nasional selama enam tahun berturut-turut.
“Prestasi ini tidak datang tiba-tiba. Ada proses panjang, kesabaran guru membimbing, dan ketulusan mendampingi setiap langkah anak-anak kita,” ucapnya.
Selain prestasi akademik, pelajar Jawa Timur juga menunjukkan keunggulan di bidang seni, inovasi, dan olahraga. Jawa Timur keluar sebagai juara umum Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2025, meraih 11 medali pada Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025, serta kembali menjadi juara umum Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2025 dengan total 12 medali.
Khofifah menambahkan, ekosistem pendidikan Jawa Timur juga bergerak ke arah inovasi dan digitalisasi. East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025 mencatat lebih dari 34 ribu karya inovasi pendidikan dari siswa dan guru. Upaya transformasi digital tersebut bahkan mendapat pengakuan melalui penghargaan Google for Education Indonesia.
Dalam aspek kesejahteraan guru, Khofifah menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam pengangkatan guru honorer menjadi PPPK. Jawa Timur, kata dia, menjadi provinsi dengan jumlah pengangkatan PPPK guru tertinggi secara nasional, dan akan kembali mengusulkan sekitar 17 ribu guru pada tahun mendatang.
Sebagai bentuk apresiasi nyata, Khofifah menyerahkan empat paket ibadah umroh kepada guru yang mengabdi di daerah 3T serta lima unit laptop kepada guru terpilih atas dedikasi dan keteladanan mereka.
“Indonesia Emas hanya bisa terwujud jika guru dimuliakan dan didukung. Jawa Timur akan terus berdiri bersama para guru sebagai penjaga masa depan bangsa,” pungkas Khofifah.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








