Perceraian di Jawa Timur Terus Naik, DPD RI Lia Istifhama Serukan Ketahanan Keluarga

Jumat, 26 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., menyoroti lonjakan angka perceraian yang dinilai menjadi alarm serius bagi ketahanan keluarga. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., menyoroti lonjakan angka perceraian yang dinilai menjadi alarm serius bagi ketahanan keluarga. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., menyoroti lonjakan angka perceraian di berbagai daerah di Jawa Timur yang kian mengkhawatirkan. Fenomena ini dinilainya bukan lagi persoalan domestik semata, melainkan telah berkembang menjadi persoalan sosial yang berdampak luas.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menyebut, berdasarkan data dari sejumlah Pengadilan Agama (PA) di Jawa Timur, perkara perceraian setiap tahun mencapai puluhan ribu kasus. Bahkan di beberapa kabupaten dan kota, tren perceraian menunjukkan peningkatan signifikan, baik cerai gugat maupun cerai talak.

“Lonjakan perceraian ini menandakan rapuhnya ketahanan keluarga. Dampaknya tidak berhenti pada pasangan, tetapi juga menyentuh masa depan anak, kondisi ekonomi, hingga stabilitas sosial masyarakat,” kata Ning Lia, Selasa (23/12/2025).

Menurutnya, terdapat beragam faktor yang memicu tingginya angka perceraian, mulai dari tekanan ekonomi, minimnya kesiapan mental sebelum menikah, konflik rumah tangga yang berlarut, hingga pengaruh media sosial yang sering memicu perbandingan tidak sehat dalam kehidupan keluarga.

Di sisi lain, Ning Lia menyoroti kontras narasi di ruang publik. Saat angka perceraian terus meningkat, masyarakat justru dibanjiri konten ajakan menikah yang dikemas secara romantis, termasuk dari lembaga resmi seperti Kantor Urusan Agama (KUA).

“Ajakan menikah tentu positif, tetapi tidak boleh berhenti di sana. Harus dibarengi edukasi pra-nikah yang realistis dan membumi, agar pasangan siap menghadapi dinamika rumah tangga,” tegasnya.

Ia mendorong penguatan program bimbingan perkawinan, konseling keluarga, serta literasi ketahanan rumah tangga, khususnya bagi generasi muda. Negara, kata dia, perlu hadir lebih jauh dalam upaya pencegahan, tidak hanya mengatur aspek legal pernikahan dan perceraian.

“Pernikahan bukan sekadar seremoni. Jika perceraian terus meningkat, maka sistem pembinaan keluarga dari hulu ke hilir harus dievaluasi,” ujarnya.

Ning Lia juga menilai banyak pasangan menikah tanpa bekal mental dan ekonomi yang memadai, sehingga pernikahan runtuh di tahun-tahun awal. Kondisi tersebut membuat perempuan rentan secara ekonomi dan anak menjadi korban utama.

Ia berharap tingginya angka perceraian di Jawa Timur menjadi perhatian bersama pemerintah daerah, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas. “Keluarga adalah fondasi bangsa. Jika rapuh, maka dampaknya akan dirasakan secara nasional,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Valen DA7 Tepis Soal Asmara, Pilih Fokus Karier dan Produktif Berkarya
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:47

Valen DA7 Tepis Soal Asmara, Pilih Fokus Karier dan Produktif Berkarya

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru