Perekonomian Pesantren Sunan Drajat Lamongan Resmikan Kopdes Keempat di Tuban

- Redaksi

Jumat, 25 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Perekonomian Pesantren Sunan Drajat, Gus Anas Alhifni (kemeja hijau muda), bersama Kepala Desa Rengel, Mundir (batik merah putih), secara simbolis menggunting pita sebagai tanda peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Kamis (24/7/2025). Acara turut dihadiri Muspika, tokoh masyarakat, serta tim pendamping dari PESSANDRA. (Dok Foto Ho/RadarBangsa)

Direktur Perekonomian Pesantren Sunan Drajat, Gus Anas Alhifni (kemeja hijau muda), bersama Kepala Desa Rengel, Mundir (batik merah putih), secara simbolis menggunting pita sebagai tanda peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Kamis (24/7/2025). Acara turut dihadiri Muspika, tokoh masyarakat, serta tim pendamping dari PESSANDRA. (Dok Foto Ho/RadarBangsa)

TUBAN, RadarBangsa.co.id – Langkah nyata membangun kemandirian ekonomi dari desa kembali diwujudkan. Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PESSANDRA) resmi meresmikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Kamis (24/7/2025).

Kopdes ini menjadi mitra keempat yang tergabung dalam jaringan koperasi binaan pesantren yang mengusung nilai kebangsaan dan keagamaan. Peresmian tersebut tidak hanya menjadi simbol penguatan ekonomi lokal, tetapi juga menandai kolaborasi erat antara pesantren, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong.

“Ini bukan sekadar peresmian, tetapi langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi warga desa. Dengan koperasi, kita dorong kemandirian masyarakat dari bawah,” ujar Gus Anas Alhifni, Direktur Perekonomian Pesantren Sunan Drajat.

Peresmian yang berlangsung di Balai Desa Rengel turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Rengel dan warga setempat. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif dalam menyambut berdirinya gerai sembako koperasi, yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dan memberdayakan ekonomi desa.

Kepala Desa Rengel, Mundir, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus peluang untuk mendorong pertumbuhan usaha kecil di tingkat desa.

“Alhamdulillah, kami diberi kepercayaan untuk mewujudkan program Pak Presiden. Kami berharap gerai sembako ini bisa menjadi solusi kebutuhan masyarakat dan menjadi lokomotif ekonomi desa,” katanya.

Tidak hanya membentuk koperasi, PESSANDRA juga memberikan pendampingan menyeluruh kepada pengurus dan pelaku usaha di desa. Pendampingan tersebut mencakup pelatihan manajemen koperasi, penguatan kelembagaan, hingga membuka akses pasar bagi produk UMKM.

“Kami tidak hanya meresmikan, tapi juga mendampingi. Pendekatan kami berbasis pesantren—mengakar pada nilai kejujuran, gotong royong, dan keberlanjutan,” jelas Gus Anas.

Ketua Kopdes Rengel, Afiyanto, menyampaikan bahwa kehadiran PESSANDRA telah memberikan semangat dan arahan konkret bagi pengurus koperasi dan warga.

“Kami merasa tidak sendiri. Tim PESSANDRA aktif membimbing dan memfasilitasi. Mulai dari pelatihan pengelolaan koperasi sampai akses pemasaran bagi produk UMKM,” ujarnya.

Pendirian Kopdes Merah Putih ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kekuatan ekonomi nasional dari desa. Pihak PESSANDRA meyakini bahwa desa memiliki potensi besar untuk menjadi pilar ekonomi bangsa jika didampingi secara serius dan berkelanjutan.

“Kami percaya, ekonomi Indonesia bisa tumbuh dari desa. Apalagi jika pesantren dan masyarakat bersatu. Ini sejalan dengan misi besar Pak Prabowo,” kata Gus Anas.

Senada dengan itu, Kepala Desa Rengel berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain, khususnya di Jawa Timur.

“Kami ingin Desa Rengel menjadi contoh, bahwa dengan kolaborasi, desa bisa berdaulat secara ekonomi,” ungkap Mundir.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan gerakan ekonomi kerakyatan hasil inisiatif pesantren dan elemen masyarakat desa. Hingga pertengahan 2025, jaringan Kopdes telah hadir di sejumlah wilayah Jawa Timur, dan Desa Rengel menjadi titik keempat yang resmi terhubung dalam jaringan ini.

“Kopdes Merah Putih bukan hanya koperasi, tapi juga gerakan ekonomi berbasis nilai kebangsaan dan keagamaan. Kami ingin jaringan ini terus tumbuh di setiap kabupaten,” tandas Gus Anas.

Sebagai penutup, Kepala Desa Rengel menekankan pentingnya kesinambungan dalam pengelolaan koperasi. Ia berharap program ini tak berhenti sebagai seremoni, melainkan terus tumbuh menjadi penggerak ekonomi yang berdampak nyata bagi warga.

“Kami ingin ada keberlanjutan. Kami ingin ekonomi desa tidak lagi bergantung, tapi mampu berdiri tegak melalui Kopdes,” pungkas Mundir.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hardiknas 2026: Anak SD Jadi Komandan Paskibra, Murid SR Mojokerto Pidato 5 Bahasa di Depan Khofifah
Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa
Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja
Hari Buruh 2026 di Jember, BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pentingnya Jaminan bagi Pekerja Rentan
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil
Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 21:38 WIB

Hardiknas 2026: Anak SD Jadi Komandan Paskibra, Murid SR Mojokerto Pidato 5 Bahasa di Depan Khofifah

Senin, 4 Mei 2026 - 21:26 WIB

Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa

Senin, 4 Mei 2026 - 12:28 WIB

Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Senin, 4 Mei 2026 - 11:30 WIB

May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja

Berita Terbaru