BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan memaknai peringatan Hari Kartini 2026 dengan pendekatan yang lebih substansial. Bertempat di Pendopo Agung Bangkalan, Senin (20/04), puluhan Ketua TP PKK desa dan kelurahan tampil dalam parade kebaya, namun pesan utamanya menyoroti peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah.
Kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni budaya. Pemerintah daerah menjadikannya sebagai ruang refleksi atas kontribusi perempuan dalam sektor ekonomi keluarga, kesehatan, hingga pendidikan di tingkat akar rumput.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa semangat Kartini harus diterjemahkan ke dalam kebijakan dan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Perempuan, menurutnya, kini memiliki posisi penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan kesejahteraan warga.
“Hari Kartini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum memperkuat peran perempuan dalam pembangunan. Mereka terlibat langsung dalam sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran TP PKK sebagai ujung tombak pemberdayaan keluarga di desa. Program-program yang dijalankan dinilai berkontribusi dalam menekan angka stunting, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, hingga memperkuat ekonomi berbasis rumah tangga.
Dari sisi dampak publik, keberadaan perempuan dalam struktur sosial dinilai mampu mempercepat distribusi program pemerintah hingga ke lapisan terbawah. Hal ini menjadi kunci dalam memastikan kebijakan tidak berhenti di tingkat administratif, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.
Selain parade, kegiatan juga dirangkai dengan momen kebersamaan yang mempererat jejaring antar kader PKK. Pemerintah berharap sinergi ini memperkuat implementasi program berbasis masyarakat di seluruh wilayah Bangkalan.
“Perempuan Bangkalan harus terus berdaya, mandiri, dan menjadi penggerak perubahan. Itu esensi perjuangan Kartini hari ini,” pungkas Lukman.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar