Perikanan Lamongan Melejit, Pak Yes Raih Penghargaan Maritim 2026

Kamis, 21 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerima penghargaan East Java Maritime Awards 2026 di Surabaya, Rabu, 20 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerima penghargaan East Java Maritime Awards 2026 di Surabaya, Rabu, 20 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Sektor perikanan di Lamongan terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di tengah tantangan ekonomi dan isu keberlanjutan sumber daya laut. Daerah pesisir utara Jawa Timur ini bahkan berhasil mencatat nilai produksi perikanan lebih dari Rp2,7 triliun sepanjang 2025.

Capaian itu menjadi salah satu alasan Yuhronur Efendi menerima penghargaan East Java Maritime Awards 2026 dari JTV pada Rabu (20/5/2026) di Surabaya.

Penghargaan tersebut diberikan atas kebijakan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mendorong produk perikanan berkelanjutan melalui penguatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong hingga pengembangan kawasan minapolitan terpadu.

Dengan garis pantai sepanjang 47 kilometer, Lamongan menjadi salah satu sentra perikanan terbesar di Jawa Timur. Pada 2025, produksi perikanan tangkap laut mencapai 79.685,22 ton dengan nilai produksi sekitar Rp1,38 triliun.

Sementara perikanan tangkap perairan umum darat mencapai 3.163,57 ton senilai Rp51 miliar. Adapun sektor budidaya menghasilkan 46.941,85 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp1,4 triliun.

“Alhamdulillah ini merupakan motivasi dan penyemangat bagi kami untuk terus berkontribusi di sektor maritim,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Pemkab Lamongan juga disebut terus memperkuat dukungan bagi nelayan dan pembudidaya ikan. Mulai dari bantuan pupuk non subsidi, fasilitasi pembelian BBM, perbaikan sarana prasarana hingga optimalisasi tempat pelelangan ikan.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga mengembangkan berbagai inovasi budidaya ramah lingkungan, termasuk penggunaan pakan nabati alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Kami ingin sektor perikanan tidak hanya besar secara produksi, tetapi juga berkelanjutan untuk jangka panjang,” katanya.

Di sisi lain, langkah tersebut dinilai berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat pesisir. Ribuan nelayan, pelaku UMKM olahan ikan hingga pekerja sektor maritim ikut terdorong melalui peningkatan kualitas dan kuantitas produksi.

Pemkab Lamongan juga memperluas perlindungan sosial melalui fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan serta program restocking perairan umum daratan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

“Ini bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor maritim,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tanda Tangani Prasasti, Bupati Kendal Resmikan Sumur Bor Bantuan CSR PT Arlisco Elektrika
BPTD Kelas II Jatim Perkuat Sinergi Antar Stakeholder Menuju Zero ODOL 2027
Biro Adpim Jatim Raih Bronze Winner AHI 2026 di Surakarta
Kapolres Kendal Ucapkan Selamat HUT TNI ke-81, Tekankan Sinergitas
Ahmad Dhafir Soroti Tata Kelola PDAM Bondowoso: ‘Kalau Pondasinya Rapuh, Penyertaan Modal Akan Runtuh’
Seleksi BPD Desa Karang Lamongan Disorot : Musyawarah Diduga Cuma Formalitas, Etika Ikut Dipertanyakan
200+ Perusahaan Beroperasi di Tambaksawah, Pemkab Sidoarjo Dekatkan Layanan Pajak
Kendal Masuk Lima Besar Nasional, Raih Terbaik I PPD 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40

Tanda Tangani Prasasti, Bupati Kendal Resmikan Sumur Bor Bantuan CSR PT Arlisco Elektrika

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:27

BPTD Kelas II Jatim Perkuat Sinergi Antar Stakeholder Menuju Zero ODOL 2027

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:26

Biro Adpim Jatim Raih Bronze Winner AHI 2026 di Surakarta

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:15

Kapolres Kendal Ucapkan Selamat HUT TNI ke-81, Tekankan Sinergitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:09

Ahmad Dhafir Soroti Tata Kelola PDAM Bondowoso: ‘Kalau Pondasinya Rapuh, Penyertaan Modal Akan Runtuh’

Berita Terbaru