Peringatan HKN Banyuwangi Ungkap Ancaman Kesehatan Baru

Selasa, 25 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Upacara HKN ke-61 di Banyuwangi dipimpin Bupati Ipuk Fiestiandani. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Upacara HKN ke-61 di Banyuwangi dipimpin Bupati Ipuk Fiestiandani. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Banyuwangi tahun ini tidak sekadar seremoni. Dalam upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Senin (24/11/2025), Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa sektor kesehatan daerah menghadapi tantangan serius yang perlu ditangani cepat dan terukur.

Upacara tersebut diikuti ribuan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas layanan, organisasi profesi, akademisi, sekolah kesehatan, hingga mahasiswa. Seluruh tenaga kesehatan di puskesmas, klinik, rumah sakit, apotek, dan posyandu juga terhubung secara virtual. Momentum ini dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyampaikan situasi kesehatan terkini sekaligus arah kebijakan ke depan.

Menurut Ipuk, dinamika kesehatan masyarakat kini bergerak jauh lebih cepat dari kemampuan adaptasi banyak daerah. “Disrupsi teknologi, ancaman infeksi baru, lonjakan penyakit tidak menular, perubahan iklim, sampai meningkatnya masalah kesehatan mental generasi muda menjadi tantangan nyata Banyuwangi,” ujarnya.

Data pemeriksaan kesehatan gratis yang dirilis Pemkab menunjukkan kondisi yang patut diwaspadai: 53,15 persen warga kurang aktivitas fisik, 29 persen obesitas sentral, 20,3 persen overweight, 19,4 persen hipertensi, sekitar 10 persen pradiabetes, dan 12,8 persen masih aktif merokok. “Ini bukan sekadar statistik. Ini peringatan dini bahwa perilaku hidup masyarakat harus berubah,” kata Ipuk.

Ia menekankan pentingnya memperkuat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Langkah kecil seperti rutin olahraga, konsumsi buah dan sayur, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengelola stres dianggap kunci mengurangi risiko penyakit metabolik di masa depan. “Pelayanan kesehatan harus gesit dan melayani dengan hati. Service excellence itu kewajiban moral,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Pemkab juga memberikan penghargaan kepada tokoh dan lembaga yang berkontribusi menurunkan angka kematian ibu dan anak, termasuk camat dan tokoh agama, serta puskesmas dan kader posyandu berprestasi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru