Pasar Jadoel Licin Hidupkan Wisata Kaki Ijen di Banyuwangi

Selasa, 25 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Pasar Seni dan Jajanan Tradisional Jadoel di Licin, Banyuwangi, yang memadukan kuliner lokal dan pertunjukan seni tradisional. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Suasana Pasar Seni dan Jajanan Tradisional Jadoel di Licin, Banyuwangi, yang memadukan kuliner lokal dan pertunjukan seni tradisional. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Deretan destinasi di kawasan kaki Gunung Ijen, Banyuwangi, kembali bertambah dengan hadirnya Pasar Seni dan Jajanan Tradisional Jaman Doeloe (Jadoel) di Dusun Karangan Tengah, Desa Licin, Kecamatan Licin. Pasar tematik yang memadukan kuliner lokal dan pertunjukan seni tradisional ini dibuka setiap Sabtu malam pukul 18.00–22.00 WIB, dan langsung mencuri perhatian wisatawan yang mencari pengalaman berbeda di jalur Ijen Golden Route.

Berbeda dari pasar malam modern, Pasar Jadoel menghadirkan sajian khas Banyuwangi yang jarang ditemukan di pusat kota. Mulai ayam kampung bumbu kukus, kopat lodoh, semanggi, kare kikil, hingga aneka kudapan seperti kue lopis, lanun, ketan, dan kue kucur. Semua dijajakan oleh 40 pelaku UMKM lokal, menjadikan cita rasanya autentik dan menggugah nostalgia.

Pengunjung juga disuguhi hiburan seni tradisional seperti Kuntulan, Tari Gandrung, kesenian Barong, hingga atraksi Gagak Lodro. Atmosfernya kental dengan nuansa budaya Osing yang menjadi identitas kuat masyarakat setempat.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut kehadiran pasar tematik ini menjadi kekuatan tambahan bagi Ijen Golden Route yang tengah didorong sebagai wajah baru pariwisata kaki Ijen. “Kreativitas warga ini sangat membanggakan. Selain menggerakkan ekonomi, Pasar Jadoel memberi wisatawan pilihan aktivitas baru saat bermalam di kawasan Ijen,” ujarnya.

Camat Licin Donny Arsilo Sofyan menambahkan, pasar ini bukan sekadar ruang kuliner, tetapi juga panggung pelestarian budaya. “Kami ingin wisatawan merasakan langsung kekayaan tradisi Osing yang hidup di Licin. Pasar ini menjadi wadah ekonomi sekaligus ruang ekspresi budaya masyarakat,” katanya.

Pasar Jadoel diharapkan menjadi magnet baru yang memperkaya rute wisata alam, kuliner, dan budaya di sekitar Gunung Ijen.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru