LUMAJANG, RadarBangsa.co.id — Kelompok Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Curahpetung, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, menggelar pertemuan rutin pada Kamis (22/1/2026). Kegiatan yang dipusatkan di rumah Sriyani, Dusun Krajan RT 02 RW 01, tersebut mengangkat tema “Peduli terhadap Lansia” sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam menjaga kesejahteraan lanjut usia.
Pertemuan ini didampingi langsung oleh Pendamping PKH Desa Curahpetung, Zainuri, S.Pd.I., dan diikuti para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari berbagai dusun. Sejak awal kegiatan, peserta tampak aktif mengikuti pemaparan materi yang menekankan pentingnya perhatian keluarga terhadap aspek kesehatan fisik, kondisi psikologis, serta kebutuhan sosial lansia di lingkungan sekitar.
Zainuri menjelaskan, lansia merupakan kelompok rentan yang membutuhkan dukungan berkelanjutan dari keluarga dan masyarakat. Melalui pertemuan rutin PKH, para KPM didorong tidak hanya memahami hak-hak lansia, tetapi juga mampu menerapkan pola pengasuhan yang lebih manusiawi dan berempati.
“Peduli terhadap lansia adalah bagian dari membangun keluarga yang harmonis dan masyarakat yang inklusif. Peran keluarga sangat menentukan kualitas hidup lansia, baik dari sisi kesehatan maupun kebahagiaan mereka,” kata Zainuri.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap lansia juga sejalan dengan tujuan Program Keluarga Harapan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ketahanan keluarga. Menurutnya, perhatian sederhana seperti komunikasi yang baik, pendampingan dalam aktivitas harian, hingga memastikan akses layanan kesehatan sudah menjadi bentuk perlindungan nyata bagi lansia.
Salah satu KPM, Sriyani, mengaku pertemuan tersebut memberikan wawasan baru yang relevan dengan kondisi keluarganya. Ia menilai materi yang disampaikan pendamping PKH mudah dipahami dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
“Di rumah ada orang tua yang sudah lanjut usia. Dari kegiatan ini, saya jadi lebih paham bagaimana bersikap sabar, memperhatikan kebutuhan mereka, dan tidak mengabaikan kondisi kesehatannya,” ujarnya.
Pertemuan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam sesi tersebut, peserta menyampaikan berbagai pengalaman dan persoalan yang dihadapi dalam merawat lansia. Pendamping PKH memberikan arahan dan solusi praktis agar kepedulian terhadap lansia dapat diterapkan secara konsisten.
“Kami berharap apa yang dibahas hari ini bisa diterapkan di rumah masing-masing dan menular ke lingkungan sekitar,” pungkas Zainuri.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar