Perumda Air Minum Pasuruan Optimistis Setor PAD Lebih Tinggi

Rabu, 28 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pegawai Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan saat membenahi sambungan pipa jaringan air bersih, Selasa (27/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Pegawai Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan saat membenahi sambungan pipa jaringan air bersih, Selasa (27/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan menargetkan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2026 mencapai Rp 3,6 miliar. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya dan dinilai realistis seiring perbaikan kinerja perusahaan serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.

Direktur Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan, Za’ari, menyampaikan target tersebut di sela aktivitasnya, Selasa (27/1/2026). Ia menyebutkan, pihaknya optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai sebelum akhir tahun anggaran.

“Jika dibandingkan dengan tahun 2025, target PAD sebesar Rp 3 miliar justru terlampaui dengan realisasi mencapai Rp 3,3 miliar. Dari situ kami optimistis kenaikan target menjadi Rp 3,6 miliar masih sangat memungkinkan,” kata Za’ari.

Menurutnya, peningkatan setoran PAD dipengaruhi beberapa faktor utama. Pertama, penurunan tingkat kehilangan air atau kebocoran pipa. Kebocoran selama ini berdampak pada pembengkakan biaya operasional sekaligus menekan potensi pendapatan perusahaan.

“Ketika tingkat kebocoran turun, air yang sebelumnya hilang bisa didistribusikan ke pelanggan. Itu berarti ada potensi rupiah yang bisa kita peroleh,” ujarnya.

Za’ari menjelaskan, Perumda Giri Nawa Tirta terus melakukan perawatan jaringan, terutama peremajaan pipa yang usianya sudah tua. Saat ini tingkat kebocoran berhasil ditekan hingga sekitar 25 persen dan akan terus diturunkan.

“Target idealnya di bawah 25 persen dan itu terus kami kejar dengan perencanaan teknis yang matang,” jelasnya.

Faktor kedua adalah penerapan efisiensi anggaran. Sejumlah pengeluaran yang dinilai tidak prioritas dipangkas untuk menekan biaya operasional.

“Kegiatan yang kurang berdampak dan cenderung boros kami evaluasi agar tidak membebani keuangan perusahaan,” tambah Za’ari.

Selain itu, kenaikan PAD juga ditopang oleh peningkatan jumlah pelanggan seiring membaiknya layanan. Respons cepat terhadap keluhan pelanggan dinilai meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Sambungan rumah sudah mencapai sekitar 44.000. Kerja sama dengan sejumlah perusahaan juga menambah pemakaian air secara signifikan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru