RPH Pasuruan Sumbang PAD di Atas Target, Juleha Jadi Andalan Layanan

Selasa, 27 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas melakukan penyembelihan sapi di salah satu Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Pasuruan, Senin (26/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Petugas melakukan penyembelihan sapi di salah satu Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Pasuruan, Senin (26/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan dari retribusi jasa penyembelihan hewan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Potong Hewan (RPH) sepanjang 2025 melampaui target yang ditetapkan. Capaian ini menjadi dasar kenaikan target PAD sektor RPH pada 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT RPH Kabupaten Pasuruan, drh Hendrik Saputra, menyampaikan bahwa pada 2025 target PAD dari seluruh RPH ditetapkan sebesar Rp160 juta. Namun realisasi penerimaan tercatat mencapai Rp167 juta atau melampaui target sekitar Rp7 juta.

“Alhamdulillah, target PAD dari kegiatan penyembelihan sapi di RPH tahun kemarin berhasil terlampaui,” kata Hendrik saat ditemui di sela-sela aktivitasnya, Senin (26/1/2026).

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menaikkan target PAD dari sektor RPH pada 2026 menjadi Rp170 juta. Hendrik menegaskan pihaknya akan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada agar target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun.

“Mudah-mudahan sampai akhir tahun nanti semua target bisa tercapai,” ujarnya.

Hendrik menjelaskan, target PAD Rp170 juta tersebut dibebankan kepada 10 RPH yang saat ini beroperasi di Kabupaten Pasuruan. Masing-masing RPH berada di Kecamatan Nguling, Gondangwetan, Tutur, Purwosari, Sukorejo, Prigen, Gempol, Bangil, Pasrepan, dan Wonorejo.

Untuk mendukung pencapaian target, UPT RPH menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan memastikan ketersediaan juru sembelih halal (juleha) yang telah terstandar, sehingga proses penyembelihan memenuhi ketentuan syariat Islam sekaligus standar kesehatan hewan.

“Juleha kami sudah terstandar. Jadi masyarakat tidak perlu risau terkait kehalalan proses penyembelihan. Ini menjadi nilai tambah RPH,” jelas Hendrik.

Di RPH Kabupaten Pasuruan, layanan yang tersedia saat ini meliputi pemotongan sapi dengan tarif retribusi Rp35 ribu per ekor. Sementara layanan pemotongan kambing umumnya dilaksanakan secara khusus pada momen Idul Adha.

Hendrik menambahkan, optimalisasi layanan RPH tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga pada jaminan keamanan pangan asal hewan bagi masyarakat. “RPH berperan penting menjaga kualitas dan kehalalan daging yang dikonsumsi publik,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru