Pesantren Roudlatud Darojat Lamongan Jadi Magnet Santri Nusantara, Senator DPD RI Lia Istifhama Dorong Dukungan Negara

Selasa, 30 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat mengunjungi Pondok Pesantren Roudlatud Darojat di Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat mengunjungi Pondok Pesantren Roudlatud Darojat di Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Di tengah kawasan pedesaan Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Pondok Pesantren Roudlatud Darojat tumbuh menjadi salah satu simpul pendidikan keagamaan yang berpengaruh. Berdiri sejak tahun 1999, pesantren ini tak hanya menjadi pusat pembelajaran agama, tetapi juga magnet santri dari berbagai daerah di Indonesia.

Keberadaan pesantren yang diasuh Kiai Mustaji tersebut juga mendapat perhatian khusus dari Anggota DPD RI Lia Istifhama. Dalam kunjungan kerjanya, senator muda asal Jawa Timur itu menilai Pondok Pesantren Roudlatud Darojat memiliki kontribusi strategis dalam mencetak generasi berakhlak, berilmu, dan berdaya saing, meski berjalan dengan keterbatasan fasilitas.

“Pesantren ini telah mencetak ratusan alumni selama lebih dari dua dekade. Dengan jumlah santri yang terus bertambah setiap tahun, dukungan negara menjadi sangat penting agar kualitas pendidikan tetap terjaga,” kata Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, saat berdialog dengan pengasuh dan santri.

Saat ini, sekitar 500 santri menimba ilmu di pesantren tersebut. Mereka tidak hanya berasal dari Lamongan dan wilayah Jawa Timur, tetapi juga dari luar Pulau Jawa, termasuk Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia bagian timur. Tingginya animo masyarakat yang menjadi indikator kuat atas kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan yang diterapkan.

Pesantren Roudlatud Darojat dikenal konsisten memadukan pendidikan keislaman dengan pendidikan formal yang terstruktur. Model pendidikan ini dinilai mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan spiritual. Namun, pertumbuhan jumlah santri yang signifikan menghadirkan tantangan baru, terutama terkait keterbatasan ruang belajar dan asrama.

Selama lebih dari 20 tahun, seluruh operasional dan pembangunan fasilitas pesantren dikelola secara mandiri. Kiai Mustaji memilih menanggung sendiri biaya pengembangan pesantren demi memastikan proses pendidikan tetap berjalan.

“Bagi kami, yang utama adalah keberlangsungan pendidikan santri. Selama masih mampu, pesantren ini akan terus berdiri untuk mereka,” ujar Kiai Mustaji.

Tak hanya itu, lebih dari 100 santri dari keluarga kurang mampu mendapatkan pembiayaan penuh. Kebutuhan makan, tempat tinggal, hingga pendidikan formal ditanggung secara pribadi agar tidak ada santri yang terhenti pendidikannya karena alasan ekonomi.

Kondisi fasilitas yang kini mulai padat mendorong pihak pesantren membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah. Kiai Mustaji berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat meninjau langsung kondisi pesantren dan memberikan dukungan pembangunan gedung kelas serta asrama baru.

“Kami berharap ada perhatian nyata. Bantuan ini bukan sekadar bangunan, tapi investasi masa depan generasi bangsa,” ujarnya.

Lia Istifhama menegaskan, pesantren seperti Roudlatud Darojat layak mendapat perhatian lebih karena perannya tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga sosial dan kebangsaan. “Penguatan pesantren di daerah adalah kunci pemerataan kualitas sumber daya manusia Indonesia,”pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:51

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Berita Terbaru