SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Penanganan cepat Polda Jawa Timur dalam memeriksa Samuel, sosok yang disebut memiliki keterkaitan dengan sengkarut hukum tanah Nenek Elisa, dinilai sebagai sinyal penting keberpihakan negara terhadap korban mafia tanah. Langkah ini langsung menyedot perhatian publik karena menyentuh persoalan lama yang kerap membelit warga kecil: perampasan hak atas tanah melalui cara-cara sistematis.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyampaikan apresiasi atas respons cepat aparat kepolisian. Ia menilai, pemeriksaan tersebut tidak sekadar langkah prosedural, melainkan penanda keseriusan aparat dalam menembus praktik mafia tanah yang selama ini sulit disentuh hukum.
“Langkah cepat Polda ini patut diapresiasi. Kasus Nenek Elisa harus menjadi momentum titik terang untuk membongkar mafia tanah yang selama ini bekerja di ruang gelap dan menyasar masyarakat lemah secara hukum,” ujar Lia Istifhama, Senin.
Menurut Lia, kasus yang menimpa Nenek Elisa mencerminkan realitas pahit yang dialami banyak warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia. Tanah yang menjadi satu-satunya aset hidup kerap berpindah tangan melalui manipulasi dokumen, tekanan psikologis, hingga permainan relasi kekuasaan.
Ia menegaskan, keberanian aparat memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat memberi pesan kuat bahwa hukum tidak boleh tunduk pada modal maupun jaringan. Selama ini, banyak korban mafia tanah memilih diam karena keterbatasan pengetahuan hukum dan rasa takut menghadapi proses panjang.
“Seorang warga lanjut usia seharusnya menikmati masa tua dengan tenang, bukan berjuang mempertahankan haknya di tengah konflik hukum yang rumit. Inilah yang membuat kasus Nenek Elisa menggugah empati publik,” katanya.
Lia mendorong agar penegakan hukum tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Ia meminta Polda Jawa Timur menelusuri kasus ini hingga ke aktor intelektual dan jejaring yang diduga selama ini bermain aman di balik praktik mafia tanah.
“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah. Jika satu kasus ini dibongkar secara serius, dampaknya bisa menjadi efek jera dan membuka jalan keadilan bagi korban lain,” ucapnya.
Ia menambahkan, konsistensi dan transparansi aparat akan menentukan kepercayaan publik. “Kasus Nenek Elisa adalah ujian keberpihakan negara. Jika dituntaskan, ini bisa menjadi harapan baru bagi ribuan korban mafia tanah di berbagai daerah,” tutup Lia Istifhama.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








