PLN Beri Promo Tambah Daya 50 Persen di GIIAS 2026, Berlaku hingga 9 Agustus

Rabu, 5 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengunjung mengunjungi booth PLN di Hall 8 GIIAS 2026 untuk memperoleh promo tambah daya listrik 50 persen di Jakarta. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

Pengunjung mengunjungi booth PLN di Hall 8 GIIAS 2026 untuk memperoleh promo tambah daya listrik 50 persen di Jakarta. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – PT PLN (Persero) menghadirkan promo tambah daya listrik dengan potongan harga 50 persen bagi masyarakat yang mengunjungi Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Program ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di rumah dan berlaku hingga 9 Agustus 2026.

Melalui promo tersebut, pelanggn dapat meningkatkan kapasitas listrik hingga 7.700 VA dengan biaya yang lebih hemat. Untuk mendapatkannya, pelanggan cukup mengunjungi booth PLN di Hall 8 selama penyelenggaraan GIIAS 2026, melakukan check-in melalui aplikasi PLN Mobile, kemudian mengklaim e-voucher promo tambah daya yang tersedia.

Keikutsertaan PLN dalam GIIAS 2026 menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya, layanan digital terintegrasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat transisi energi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan tren penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada Semester I 2026, penjualan kendaraan listrik mencapai 117 ribu unit atau meningkat 69,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Satu dari setiap empat mobil penumpang yang dibeli oleh masyarakat Indonesia sudah terelektrifikasi. Padahal, lima tahun yang lalu angka itu belum terbaca sama sekali,” kata Agus.

Menurut Agus, perkembangan industri kendaraan listrik juga ditopang oleh meningkatnya kemampuan industri dalam negeri. Saat ini terdapat 16 perusahaan perakitan kendaraan listrik yang didukung 332 pemasok komponen dalam negeri, mayoritas berasal dari industri kecil dan menengah.

“Adapun level atau TKDN, kendaraan elektrik dalam catatan kami sekarang rata-rata berada pada kisaran 40–46 persen. Bahkan ada merek yang sudah bersertifikasi TKDN sampai 80 persen,” jelasnya.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan pertumbuhan kendaraan listrik harus diimbangi dengan ekosistem yang semakin andal agar masyarakat semakin mudah beralih ke mobilitas rendah emisi.

“PLN terus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya dan berbagai kemudahan layanan bagi pelanggan. Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis adopsi kendaraan listrik akan terus meningkat sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mempercepat transisi energi,” ujarnya.

PLN juga terus memperluas layanan Home Charging Services (HCS) yang memungkinkan pelanggan memasang fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di rumah dengan proses yang mudah dan praktis. Hingga Semester I 2026, jumlah layanan HCS yang telah terpasang mencapai 92.112 unit.

Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy mengatakan peningkatan jumlah layanan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem kendaraan listrik.

“Home charging menjadi salah satu representasi komitmen PLN memudahkan pelanggan saat mengadopsi kendaraan listrik. Komitmen ini sekaligus menjadi wujud dukungan PLN terhadap pengurangan emisi karbon,” ungkapnya.

PLN juga memperkuat infrastruktur pengisian daya publik melalui pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) bersama berbagai mitra di sejumlah wilayah Indonesia.

Hingga Semester I 2026, jumlah SPKLU yang telah beroperasi mencapai 5.016 unit, SPKLU roda dua sebanyak 619 unit, dan SPBKLU sebanyak 1.133 unit.

“Penguatan infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang semakin andal, mudah diakses, dan mampu mendukung pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia,” pungkas Rozy.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027
Bahas RUU Pertanahan, Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun
Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Lindungi Masyarakat dari Sengketa dan Mafia Tanah
Bukan Sekadar Soal Panggilan, Kemnaker Tekankan Kepastian Hak Pekerja Rumah Tangga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Selasa, 15 September 2026 - 23:41

RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Selasa, 15 September 2026 - 10:21

Bahas RUU Pertanahan, Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun

Berita Terbaru