BIMA, RadarBangsa.co.id — Upaya meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah Bima–Dompu kembali dipertegas PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui program Maintenance Terpadu Jaringan Tuntas atau MATAJITU. Program ini dilaksanakan secara terencana di Penyulang Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, dengan rangkaian pekerjaan intensif yang melibatkan puluhan personel dari berbagai unit layanan teknis.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menjelaskan bahwa MATAJITU dirancang sebagai pendekatan pemeliharaan terpadu yang menyatukan inspeksi, perbaikan, peningkatan sistem proteksi, hingga pembenahan material dalam satu tahapan menyeluruh. Menurutnya, metode ini semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat dan industri lokal.
“Dengan MATAJITU, seluruh aspek jaringan ditata ulang secara komprehensif. Kami memastikan material yang melemah, vegetasi yang mendekati jaringan, hingga komponen distribusi yang berpotensi menimbulkan gangguan dapat diidentifikasi lebih cepat dan diperbaiki dalam satu rangkaian kerja,” ujar Heny, Rabu (27/11).
Ia menambahkan bahwa wilayah Bima dan Dompu membutuhkan sistem kelistrikan yang stabil karena pertumbuhan pelanggan dan aktivitas ekonomi setempat menunjukkan tren peningkatan. Kondisi tersebut menuntut jaringan distribusi yang lebih andal, responsif, serta mampu beroperasi optimal dalam berbagai situasi cuaca. “Keandalan listrik adalah faktor penentu layanan publik dan produktivitas sektor usaha. Karena itu kami terus memperkuat kesiapan jaringan,” imbuhnya.
Pelaksanaan MATAJITU di Penyulang Karumbu dikerahkan sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WITA, melibatkan lebih dari 70 personel gabungan dari seluruh Unit Layanan Pelanggan (ULP) di bawah UP3 Bima serta dukungan vendor. Kegiatan dipantau secara ketat mulai dari aspek keselamatan kerja hingga ketepatan standar teknis.
Ruang lingkup pekerjaan meliputi penggantian konduktor yang telah menurun kualitasnya, peremajaan material jaringan, pemasangan perisai hewan, pemeliharaan gardu distribusi, pemeriksaan sistem proteksi, hingga perabasan pohon yang berpotensi mengganggu aliran listrik. Setiap tahapan dirancang untuk menurunkan risiko gangguan, meningkatkan efisiensi distribusi, sekaligus memperpanjang umur aset kelistrikan.
Manajer PLN UP3 Bima, Syaiful Hannan, menyebut bahwa sinergi antartim menjadi kunci pelaksanaan MATAJITU. “Kolaborasi seluruh ULP membuat pekerjaan tuntas lebih cepat. Hasilnya, penyulang menjadi lebih stabil dan potensi gangguan dapat ditekan secara signifikan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa program pemeliharaan terpadu ini bukan hanya memastikan kesiapan jaringan dalam jangka pendek, tetapi juga mendukung roadmap PLN untuk memperluas keandalan sistem di seluruh NTB. Dengan pemusatan pekerjaan pada satu penyulang secara komprehensif, PLN dapat mempercepat identifikasi gangguan, meminimalkan waktu pemadaman terencana, dan memperbaiki respons terhadap kondisi lapangan.
Melalui MATAJITU, PLN UIW NTB menegaskan komitmen menghadirkan layanan energi yang andal bagi masyarakat, pelaku usaha, hingga layanan publik di Bima–Dompu. Program ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pasokan listrik yang lebih stabil dan efisien.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar