Politisi Perempuan Asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama : CANTIK Itu Cerdas, Inovatif, dan Kreatif, Seperti Dokter Indonesia

- Redaksi

Sabtu, 25 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politisi Perempuan Asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Politisi Perempuan Asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Momentum peringatan Hari Dokter Nasional yang jatuh setiap 24 Oktober menjadi pengingat pentingnya peran dokter dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Politisi perempuan asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga medis yang telah berjuang di garis depan pelayanan kesehatan.

Anggota DPD/MPR RI asal Jawa Timur yang dikenal dengan akronim CANTIK – Cerdas, Inovatif, dan Kreatif ini menilai, profesi dokter memiliki peran strategis dalam membangun fondasi bangsa yang sehat dan produktif. Ia menekankan bahwa pengabdian para dokter tidak hanya menyangkut profesi, tetapi juga misi kemanusiaan.

“Para dokter adalah garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif. Pengabdian mereka patut kita hargai, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks,” ujar Lia Istifhama di Surabaya, Jumat (24/10/2025).

Lia menilai, dedikasi tenaga medis terbukti tidak tergantikan, terutama saat menghadapi situasi darurat kesehatan seperti pandemi, bencana alam, maupun krisis fasilitas medis di daerah terpencil. Menurutnya, kerja keras para dokter selama ini menjadi salah satu faktor utama terjaganya ketahanan kesehatan nasional.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan nyata dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga medis, mulai dari fasilitas kerja yang memadai hingga perlindungan sosial yang layak. Dukungan kebijakan yang kuat, kata Lia, akan mendorong para dokter untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Peningkatan fasilitas kesehatan dan pemerataan tenaga medis harus menjadi prioritas. Karena kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara,” tegasnya.

Menurut Lia, persoalan pemerataan layanan kesehatan masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Banyak wilayah pedesaan di Jawa Timur yang kekurangan tenaga medis dan sarana pelayanan kesehatan. Kondisi ini, lanjutnya, perlu dijawab dengan kebijakan afirmatif yang memastikan setiap masyarakat mendapatkan hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Ia berharap, peringatan Hari Dokter Nasional tahun ini menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam bidang kesehatan. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dunia pendidikan, dan masyarakat, menurutnya, sangat penting untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.

“Momentum Hari Dokter Nasional seharusnya menjadi refleksi bersama tentang pentingnya kolaborasi antara dunia medis, masyarakat, dan pemerintah. Kesehatan bukan hanya urusan medis, tetapi juga tanggung jawab sosial dan moral untuk membangun bangsa yang berdaya saing,” ujarnya.

Perempuan yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan ini juga menegaskan bahwa penghargaan terhadap profesi dokter tidak cukup hanya simbolik. Harus ada langkah konkret dalam kebijakan, pendanaan, serta peningkatan infrastruktur kesehatan di seluruh daerah.

“Kita harus memastikan para dokter dapat bekerja dengan aman, nyaman, dan sejahtera. Karena dari tangan mereka, kualitas hidup masyarakat ditentukan,” tambah Lia.

Menutup pernyataannya, Lia mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung peran tenaga medis sebagai pilar penting pembangunan bangsa.

“Para dokter bukan hanya penyembuh, tetapi juga penjaga masa depan bangsa. Di Hari Dokter Nasional ini, mari kita berikan penghormatan tertinggi bagi dedikasi dan pengabdian mereka,” pungkas Lia Istifhama.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru