Polres Probolinggo Fasilitasi Mediasi Jurnalis dan Mahasiswa Pasca Aksi Unjuk Rasa

Selasa, 2 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana mediasi antara perwakilan jurnalis, mahasiswa, dan aparat kepolisian di Kota Probolinggo, Selasa (2/9/2025). (Dok Foto Ho/RadarBangsa.co.id)

Suasana mediasi antara perwakilan jurnalis, mahasiswa, dan aparat kepolisian di Kota Probolinggo, Selasa (2/9/2025). (Dok Foto Ho/RadarBangsa.co.id)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Polres Probolinggo Kota memfasilitasi pertemuan antara perwakilan jurnalis dan mahasiswa, Selasa (2/9/2025), guna meredakan ketegangan pasca insiden saat aksi orasi mahasiswa. Forum mediasi berlangsung dalam suasana terbuka, diwarnai dialog hangat, dan diakhiri dengan pernyataan maaf dari pihak mahasiswa kepada insan pers.

Huda, jurnalis Memo X, menilai kesalahpahaman yang terjadi sebaiknya disikapi dengan kepala dingin. Menurutnya, proses dialog telah berjalan dengan baik sehingga tidak ada lagi alasan memperpanjang masalah.
“Ini sudah sesuai dengan cara kelembagaan. Kemarin sudah ada dialog, saling memaafkan, dan tidak ada masalah lagi. Mari kita jaga situasi Kota Probolinggo agar tetap aman, karena kita ada di garda terdepan,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zaenal Arifin, SH, mengapresiasi kedewasaan para jurnalis dalam menyikapi persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa kepolisian selalu siap memfasilitasi mediasi serupa demi menjaga kondusivitas.
“Kalau ada kekhilafan lalu sudah ada permintaan maaf, itu adalah sikap yang terpuji. Persoalan ini sudah dianggap selesai. Mari kita bersama-sama menjaga situasi tetap aman, agar masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” katanya.

Sejumlah organisasi pers juga menyampaikan pandangan. Ketua AWPR, Hariadi, menegaskan pentingnya menjadikan insiden ini sebagai pelajaran bersama.

“Kalau sudah ada permintaan maaf, tolong jangan diulang-ulang lagi. Mari kita jadikan ini pembelajaran agar ke depan tidak ada lagi kata-kata yang melukai,” ucapnya.

Senada, Ketua F Wamipro, M. Suhri, mengingatkan agar mahasiswa diperlakukan sebagai generasi penerus yang butuh bimbingan.

“Kita anggap mereka sebagai anak-anak kita. Kalau ada ucapan yang kurang etis, mari kita bimbing. Jurnalis adalah pilar keempat demokrasi, jadi kita harus menjaga martabat profesi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Agusmo dari Media Suara Bhinneka menyoroti kurangnya pemahaman mahasiswa dalam membedakan media sosial dengan media mainstream. “Mereka mencampuradukkan media sosial dengan media. Padahal kita bekerja dengan kode etik. Untung mereka sudah menyadari kesalahan itu dan meminta maaf,” jelasnya.

Rahmat dari Media Suara Jatim menambahkan bahwa kejadian ini perlu menjadi momentum literasi digital.

“Ketidaktahuan mahasiswa soal literasi media membuat mereka terbawa emosi. Ini PR kita bersama untuk mengedukasi, agar media sosial tidak jadi ancaman bagi masyarakat,” ungkapnya.

Puncak forum berlangsung ketika Azzam, koordinator aksi mahasiswa, menyampaikan pernyataan maaf secara terbuka.

“Saya mewakili teman-teman mahasiswa menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh jurnalis Probolinggo Raya. Ke depan kami berjanji akan lebih hati-hati, dan mohon bimbingan dari abang-abang media agar perjuangan kami tidak salah arah,” katanya.

Penulis : Nanang

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sengketa Sawah 3.653 M² di Lamongan Memanas, Ahli Waris Persoalkan Surat Jual Beli 1984
Tak Temukan Titik Api, Polsek Laren dan Koramil Tetap Wanti-wanti Warga Soal Karhutla di Lamongan
Polsek Laren Wanti-wanti Curanmor, Perangkat Desa di Lamongan Diminta Perkuat Kewaspadaan Warga
Sepakat Damai, Kejari Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Pencurian Motor Lewat Restorative Justice
Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL
Polsek Laren Sosialisasikan Layanan 110 di Pelangwot, Warga Lamongan Diajak Aktif Jaga Kamtibmas
Patroli Hutan Pelangwot, Polsek Laren Pastikan Tak Ada Titik Api Karhutla di Lamongan
Patroli Malam di Gampangsejati, Polsek Laren Ingatkan Pengunjung Warkop Waspada Curanmor di Lamongan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:35

Sengketa Sawah 3.653 M² di Lamongan Memanas, Ahli Waris Persoalkan Surat Jual Beli 1984

Rabu, 16 September 2026 - 19:12

Tak Temukan Titik Api, Polsek Laren dan Koramil Tetap Wanti-wanti Warga Soal Karhutla di Lamongan

Rabu, 16 September 2026 - 19:02

Polsek Laren Wanti-wanti Curanmor, Perangkat Desa di Lamongan Diminta Perkuat Kewaspadaan Warga

Selasa, 15 September 2026 - 23:32

Sepakat Damai, Kejari Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Pencurian Motor Lewat Restorative Justice

Selasa, 15 September 2026 - 16:34

Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL

Berita Terbaru