LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Aparat Polsek Tikung bersama unsur TNI dan perangkat desa melakukan himbauan serta pemasangan banner larangan berenang dan bermain di area rawan tenggelam di waduk depan SDN Gumingrejo, Kecamatan Tikung, Rabu (18/2/2026). Langkah preventif ini dilakukan menyusul potensi bahaya bagi anak-anak sekolah dan warga sekitar yang kerap beraktivitas di lokasi tersebut.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 15.15 WIB hingga selesai. Sasaran utama adalah waduk yang berada tepat di depan SDN Gumingrejo, wilayah perbatasan Kecamatan Tikung, yang dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi, terutama saat debit air meningkat.
Petugas yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain AIPTU I Budi S selaku Ka SPKT, AIPDA Yateno selaku Bhabinkamtibmas, SERTU Angga sebagai Babinsa, serta Hartono dari unsur perangkat desa setempat. Mereka melaksanakan patroli dialogis sekaligus memberikan edukasi langsung kepada warga dan anak-anak yang berada di sekitar lokasi.
AIPDA Yateno menjelaskan, pemasangan banner ini merupakan bagian dari upaya pencegahan agar tidak terjadi peristiwa tenggelam di wilayah hukum Polsek Tikung. Menurutnya, waduk tersebut kerap dijadikan tempat bermain anak-anak sepulang sekolah tanpa pengawasan orang tua.
“Melalui himbauan dan pemasangan banner larangan ini, kami berharap masyarakat, khususnya anak-anak, memahami risiko yang ada. Area ini cukup dalam dan licin, sehingga sangat berbahaya apabila digunakan untuk berenang atau bermain,” ujarnya.
Sementara itu, SERTU Angga menambahkan bahwa sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah desa menjadi kunci dalam menjaga keselamatan warga. Ia menegaskan bahwa langkah preventif lebih efektif dibanding penanganan setelah kejadian.
“Kami mengedepankan pencegahan. Dengan adanya tanda larangan yang jelas dan sosialisasi langsung kepada warga, diharapkan potensi kecelakaan air bisa ditekan,” katanya.
Secara geografis, waduk di depan SDN Gumingrejo memiliki kontur yang curam di beberapa titik serta kedalaman yang tidak merata. Kondisi ini diperparah saat musim hujan, ketika permukaan air meningkat dan arus menjadi lebih kuat. Situasi tersebut dinilai berisiko tinggi, terutama bagi anak-anak usia sekolah dasar yang belum memiliki kemampuan berenang memadai.
Hartono, perangkat desa setempat, menyatakan dukungan penuh atas langkah aparat. Pemerintah desa, kata dia, akan terus mengingatkan warga agar tidak mengabaikan peringatan yang telah dipasang.
“Kami juga akan menyampaikan himbauan ini melalui pertemuan warga dan sekolah agar orang tua ikut mengawasi anak-anaknya,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Aparat berharap masyarakat dapat berperan aktif menjaga keselamatan bersama dengan mematuhi larangan yang telah ditetapkan.
“Kami mengimbau seluruh warga untuk tidak beraktivitas di area berbahaya ini. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tutup AIPTU I Budi S.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar