Populasi Ternak Lamongan Capai Puluhan Juta, Pemkab Dorong Lumbung Protein

Selasa, 29 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara saat membuka Sarasehan Penguatan Peternakan di Pendopo Lokatantra, Selasa (29/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara saat membuka Sarasehan Penguatan Peternakan di Pendopo Lokatantra, Selasa (29/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Lamongan mendorong penguatan sektor peternakan untuk mewujudkan daerah sebagai lumbung protein. Potensi itu ditopang populasi ternak yang mencapai puluhan juta ekor, termasuk 29.430.628 ayam pedaging, 1.335.399 ayam bukan ras, dan 479.408 ayam petelur.

Upaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 di Kabupaten Lamongan. Salah satu kegiatannya berupa Sarasehan Penguatan Peternakan yang digelar Pemkab Lamongan bersama Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) di Pendopo Lokatantra, Selasa (29/9). Kegiatan tersebut sekaligus memperingati World Rabies Day.

Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara mengatakan sinergi antara pemerintah, akademisi, peternak, tenaga kesehatan hewan, dan pelaku usaha diperlukan untuk membangun peternakan yang berdaya saing serta menghasilkan nilai tambah.

“Terima kasih kepada Unair yang terus berkolaborasi dalam menyukseskan program peternakan di Lamongan. Melalui kegiatan ini sinergi seluruh elemen peternakan semakin baik dan implementasi ke depan benar-benar konkret,” tutur Dirham.

Menurut Dirham, potensi peternakan menjadi modal penting untuk mewujudkan Lamongan sebagai lumbung protein. Hal itu sejalan dengan posisi Lamongan sebagai lumbung pangan nasional, dengan sekitar 30 persen PDRB ditopang sektor pertanian serta menjadi salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Jawa Timur.

Salah satu tantangan yang disoroti adalah menghubungkan sektor pertanian dan peternakan. Pemanfaatan hasil serta limbah pertanian sebagai bahan pakan ternak dinilai dapat memperkuat ekosistem peternakan.

“Tantangan kita saat ini adalah bagaimana mempertemukan sektor pertanian dengan peternakan, terutama memanfaatkan hasil dan limbah pertanian sebagai pakan ternak, sehingga ekosistem peternakan semakin kuat,” kata Dirham.

Selain ayam, populasi ternak Lamongan tercatat meliputi 108.792 ekor sapi, 99.153 kambing, 89.343 domba, 70.875 itik, dan 234.832 entok. Besarnya populasi tersebut dinilai menjadi potensi yang masih dapat dikembangkan untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah sektor peternakan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan Shofiah Nurhayati menjelaskan, Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan berlangsung selama Agustus hingga September. Tahun ini kegiatan mengusung tema “Swasembada Protein Hewani untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Rangkaian kegiatan juga berkaitan dengan World Rabies Day bertema “Stronger Together”. Kolaborasi dengan FKH Unair diarahkan untuk memperkuat pendampingan, edukasi, dan inovasi di tingkat peternak sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kesehatan hewan dan pencegahan penyakit zoonosis.

Sarasehan yang digelar Selasa membahas biosecurity, kesehatan ternak, dan pembuatan pakan berbahan lokal. Pesertanya terdiri atas peternak milenial, kelompok ternak KLUNTING, peternak unggas, medik veteriner, dan paramedik.

Rangkaian berikutnya mencakup pendampingan kelompok ternak itik di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, yang direncanakan berlangsung selama dua tahun. Program tersebut meliputi bantuan bibit itik, subsidi, pendampingan, serta pengembangan 200 kandang.

Di bidang kesehatan hewan, World Rabies Day turut diisi vaksinasi rabies bagi Hewan Pembawa Rabies (HPR), seperti anjing, kucing, dan monyet. Vaksinasi dilaksanakan di perumahan masyarakat serta 11 Puskeswan di 11 kecamatan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

18.030 Orang Padati CFD Sidoarjo, Fasum Rusak Rp36,6 Juta dan Pungutan Pedagang Disorot
Pasar Kepulungan Terbakar, Pemkab Pasuruan Siapkan Dana BTT untuk Bangun Lapak Semi Permanen
Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Pasuruan Rusdi Tekankan Pentingnya Literasi Sejarah
Hari Kesaktian Pancasila di Sidoarjo, Wabup Mimik Pimpin Upacara di Alun-Alun
Khofifah Buka Peluang Kolaborasi dengan Museum Rahmat untuk Kembangkan Mpu Tantular
Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Banyuwangi Ajak Warga Amalkan Nilai Pancasila
Pasar Banyuwangi Kembali Dibuka, 560 Pedagang Siap Masuk Lapak Mulai 1 Oktober
Tiga Titik Jadi Sasaran Commanderwish Polsek Tikung pada Jam Sibuk Pagi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:12

18.030 Orang Padati CFD Sidoarjo, Fasum Rusak Rp36,6 Juta dan Pungutan Pedagang Disorot

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:20

Pasar Kepulungan Terbakar, Pemkab Pasuruan Siapkan Dana BTT untuk Bangun Lapak Semi Permanen

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:14

Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Pasuruan Rusdi Tekankan Pentingnya Literasi Sejarah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:56

Hari Kesaktian Pancasila di Sidoarjo, Wabup Mimik Pimpin Upacara di Alun-Alun

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:28

Khofifah Buka Peluang Kolaborasi dengan Museum Rahmat untuk Kembangkan Mpu Tantular

Berita Terbaru