Presma STKIP PGRI Bangkalan Terbitkan 6 Buku, Gegerkan Dunia Akademik

Minggu, 8 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Abdur Rohman, Presiden Mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan, menunjukkan karya bukunya, Sabtu (7/2/2026). (Foto Dok Ho/Nul- RadarBangsa.co.id)

Abdur Rohman, Presiden Mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan, menunjukkan karya bukunya, Sabtu (7/2/2026). (Foto Dok Ho/Nul- RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Dunia akademik di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, digegerkan oleh capaian intelektual seorang mahasiswa. Abdur Rohman SM, Presiden Mahasiswa (Presma) STKIP PGRI Bangkalan periode 2025–2026, berhasil menerbitkan enam buku di tengah kesibukannya memimpin organisasi kampus.

Prestasi tersebut menjadi sorotan karena diraih saat Abdur Rohman masih aktif menjalani perkuliahan sekaligus mengemban tanggung jawab sebagai pimpinan mahasiswa. Sosok yang akrab disapa Aab itu dikenal produktif menulis, khususnya karya sastra berbentuk puisi.

Enam buku yang telah diterbitkannya merupakan kumpulan antologi puisi, yakni Jejak yang Tertulis dalam Bait Rindu, Malaikat yang Melahirkan, Tuhan Engkau Penipu, Tuhan Ada di Matanya, Sujud Seorang Pelacur, dan Sakiti Aku Sekali Lagi. Dua di antaranya terbit melalui penerbit Mumtaz, Cirebon, Jawa Barat, pada awal 2026.

Aab mengaku proses kreatif yang dijalaninya tidak lahir dari situasi nyaman. Ia justru menghadapi keraguan hingga ejekan karena dianggap tidak memiliki bakat menulis.

“Tekanan itu justru menjadi titik balik ketika saya memilih belajar serius kepada dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Bapak M. Helmi, yang membimbing sekaligus mengkritisi karya saya,” ujar Aab, Sabtu (7/2/2026).

Mahasiswa kelahiran Kecamatan Kokop tersebut menegaskan bahwa menulis bukan sekadar ekspresi pribadi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab intelektual mahasiswa. Selain berkarya, ia aktif mengawal isu strategis di lingkungan kampus, khususnya yang berkaitan dengan aspirasi mahasiswa dan perbaikan ekosistem akademik.

“Menjadi mahasiswa bukan hanya status akademik, tetapi tanggung jawab moral untuk melahirkan karya, terlebih yang berkaitan dengan suara mahasiswa,” tegasnya.

Capaian itu mendapat apresiasi dari Ketua STKIP PGRI Bangkalan, Fajar Hidayatullah. Ia menilai produktivitas mahasiswa dalam menulis menunjukkan fungsi kampus sebagai ruang pencipta gagasan, bukan sekadar tempat transfer ilmu.

“Puisi dan novel membuka ruang dialog batin, mempertemukan beragam sudut pandang, serta melatih kedewasaan berpikir,” ujarnya.

Menurut Fajar, karya Abdur Rohman menjadi bukti konkret penerapan Outcome Based Education (OBE), di mana hasil pembelajaran tidak berhenti pada nilai akademik, tetapi terwujud dalam karya yang memberi dampak bagi masyarakat.

Ia menambahkan, fenomena tersebut menegaskan bahwa mahasiswa dituntut berani berkarya dan meninggalkan jejak intelektual selama menempuh pendidikan tinggi.

Kisah Abdur Rohman pun melampaui prestasi personal. Di tengah keterbatasan waktu, tekanan sosial, dan tanggung jawab organisasi, ia mampu menunjukkan konsistensi berkarya.

“Dunia akademik menuntut keberanian untuk bersuara dan mencipta. Mahasiswa harus meninggalkan jejak, bukan hanya ijazah,” pungkas Fajar.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kembali ke SMA 16 Surabaya, Lia Istifhama Ajak Generasi Muda Melek Politik Jelang Pemilu 2029
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan
MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya
Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari
Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah
Satu Pengawas Jember Bisa Dampingi 40 Sekolah, Dispendik Siapkan Pengisian Baru
Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup Besok, Lulusan Baru Diminta Segera Melamar
Safari Inklusi Sukapura Dorong Sekolah Lebih Adaptif terhadap Kebutuhan Murid

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:58

Kembali ke SMA 16 Surabaya, Lia Istifhama Ajak Generasi Muda Melek Politik Jelang Pemilu 2029

Rabu, 4 November 2026 - 19:49

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan

Rabu, 4 November 2026 - 18:44

MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya

Rabu, 4 November 2026 - 12:55

Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari

Selasa, 3 November 2026 - 19:11

Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah

Berita Terbaru