SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kinerja ketenagakerjaan Jawa Timur kembali mendapat pengakuan nasional setelah provinsi ini meraih dua penghargaan pada ajang Naker Award 2025 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (8/12). Penghargaan tersebut terdiri dari Pembina Produktivitas serta Provinsi Terbaik Pertama dengan Kinerja Pengawasan Ketenagakerjaan Terbaik. Keduanya diterima Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Sigit Priyanto, mewakili Gubernur.
Raihan ini mempertegas posisi Jawa Timur sebagai wilayah dengan kontribusi besar terhadap pergerakan ekonomi nasional. Industri yang tumbuh stabil dan kualitas tenaga kerja yang terus meningkat dinilai menjadi faktor yang menjaga daya saing provinsi ini tetap kuat di tengah persaingan global.
Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., menilai capaian tersebut menjadi bukti konsistensi Jatim dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat. Menurutnya, keberhasilan itu lahir dari sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja yang terus menjaga stabilitas industri.
“Alhamdulillah, Jawa Timur kembali membuktikan konsistensinya. Kami berkomitmen menjaga iklim usaha tetap kondusif, aman, dan produktif. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus meningkatkan produktivitas dan daya saing,” ujar Ning Lia, Rabu (10/12).
Ia menambahkan bahwa produktivitas hanya akan tumbuh apabila dunia usaha beroperasi di lingkungan yang aman dan saling mendukung. Stabilitas wilayah, kata dia, merupakan fondasi utama keberlanjutan ekonomi serta percepatan pertumbuhan sektor industri.
Relevansi prestasi ini kian terasa dengan diumumkannya lima perusahaan asal Jawa Timur yang meraih Penghargaan Produktivitas Paramakarya 2025 berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 414 Tahun 2025. Perusahaan tersebut adalah PT Amerta Indah Otsuka, PT Dok Pantai Lamongan, PT POMI – Paiton Operation & Maintenance Indonesia, PT Yamaha Electronics Manufacturing Indonesia (YEMI), dan PT Yamaha Musical Products Indonesia (YMPI).
Paramakarya diberikan kepada perusahaan yang menunjukkan kinerja produktivitas unggul, kemampuan beradaptasi, serta inovasi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan industri. Penghargaan ini sekaligus menegaskan kontribusi signifikan sektor swasta Jatim terhadap ekonomi nasional.
Pemerintah daerah berharap deretan penghargaan tersebut menjadi momentum peningkatan kolaborasi antara dunia usaha, pekerja, dan regulator. Dengan menjaga keamanan, kenyamanan, serta daya saing industri, Jawa Timur diproyeksikan terus melahirkan inovasi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Lainnya:
- Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








