Probolinggo Catat Serapan KUR Tertinggi di Jawa Timur, UMKM Naik Kelas

Jumat, 6 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris DKUPP Kabupaten Probolinggo Saiful Farid Cahyono Bhakti mengikuti FGD dan Bimtek U-FiNE di Surabaya, Kamis (5/2/2026). (Foto Dok Ho/NUl-RadarBangsa.co.id)

Sekretaris DKUPP Kabupaten Probolinggo Saiful Farid Cahyono Bhakti mengikuti FGD dan Bimtek U-FiNE di Surabaya, Kamis (5/2/2026). (Foto Dok Ho/NUl-RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kabupaten Probolinggo mencatatkan realisasi penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Capaian tersebut terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Bimbingan Teknis Modul Optimalisasi Data Calon Debitur pada Aplikasi U-FiNE yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Timur di Aula Singosari, Gedung Keuangan Negara I Surabaya, Kamis (5/2/2026).

Dalam forum tersebut dipaparkan bahwa sebanyak 1.216 pelaku usaha di Kabupaten Probolinggo telah mengakses KUR dengan total penyaluran mencapai Rp660.887.400.000. Realisasi ini menempatkan Kabupaten Probolinggo sebagai daerah dengan serapan KUR tertinggi di Jawa Timur dan menunjukkan kuatnya peran pembiayaan perbankan dalam mendorong ekonomi daerah.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, mengatakan penguatan UMKM menjadi prioritas pemerintah daerah yang sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo melalui Program SAE (Sejahtera, Amanah-Religius, dan Eksis Berdaya Saing).

Menurut Sugeng, Program SAE menempatkan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi lokal dengan target naik kelas secara bertahap dan berkelanjutan. Akses pembiayaan, khususnya KUR, menjadi salah satu instrumen utama untuk mendorong UMKM berkembang dan berdaya saing.

Ia menjelaskan, proses UMKM naik kelas dimulai dari UMKM informal yang diarahkan menjadi legal dan tertib administrasi. Tahap selanjutnya adalah UMKM tertata melalui pencatatan usaha dan pemanfaatan digitalisasi. Setelah itu, UMKM bankable yang telah memenuhi syarat pembiayaan, hingga tahap akhir UMKM scale up yang mampu meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas pasar.

Sugeng menilai semakin banyak UMKM yang mampu mengakses permodalan, semakin besar pula dampak positif terhadap perekonomian daerah. Peningkatan kapasitas produksi UMKM akan mempercepat perputaran uang dan memberikan kontribusi langsung terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Probolinggo, bahkan hingga tingkat provinsi.

“Efeknya sangat nyata. Perputaran uang menjadi lebih cepat dan ekonomi lokal bergerak lebih dinamis,” ujarnya.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, penguatan UMKM juga berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja dan pengurangan pengangguran. UMKM yang berkembang cenderung melakukan ekspansi usaha dan membutuhkan tambahan tenaga kerja lokal.

“UMKM yang naik kelas pasti membuka lapangan kerja baru. Ini membantu mengurangi pengangguran dan menekan urbanisasi,” tambah Sugeng.

Berdasarkan data DKUPP, terdapat 2.630 UMKM di Kabupaten Probolinggo. Dari jumlah tersebut, 1.216 UMKM telah difasilitasi untuk mengakses pembiayaan sekaligus mendapatkan pendampingan usaha, mulai dari penguatan administrasi hingga peningkatan kapasitas produksi.

Keikutsertaan jajaran DKUPP dalam FGD dan bimbingan teknis U-FiNE dinilai penting untuk memperkuat kualitas data calon debitur agar penyaluran KUR semakin tepat sasaran. Pemerintah daerah, kata Sugeng, akan terus hadir memfasilitasi UMKM agar siap masuk ke rantai pasok modern, termasuk pusat perbelanjaan dan pasar yang lebih luas.

“Capaian serapan KUR tertinggi di Jawa Timur ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memfasilitasi UMKM naik kelas melalui akses perbankan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru