LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan memperluas akses pendidikan dengan memberikan kesempatan yang sama untuk seluruh masyarakat di seluruh wilayah melalui program perintis (pendidikan berkualitas dan gratis).
Program ini telah memberikan akses pendidikan yang sama kepada seluruh masyarakat, mencakup 12.986 siswa/mahasiswa. Pada tahun 2023, sebanyak 6.466 penerima beasiswa mencakup tingkat SD hingga S2.
Dengan anggaran sebesar Rp 6,230 milyar, beasiswa ini mencakup berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari SD/MI hingga S2, serta program khusus seperti S1 Baru Gaskin dan S1 Guru PAUD.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berharap program beasiswa ini bisa memastikan bahwa tidak ada yang terpinggirkan dari akses pendidikan karena alasan biaya.
“Mari manfaatkan beasiswa ini sebaik mungkin. Pemerintah telah memberikan kesempatan kepada hampir 6500 siswa dari berbagai tingkatan pendidikan. Kami tidak ingin melihat anak-anak Lamongan kehilangan kesempatan sekolah karena masalah biaya,” ujarnya.
Selain itu, untuk mendukung pendidikan, Pemkab Lamongan juga menyediakan layanan perpustakaan keliling yang telah menjangkau 76 lembaga pendidikan dan kecamatan sejak awal tahun.
“Dampak positif dari program ini terlihat pada peningkatan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) dari 65,90% pada tahun 2022 menjadi 66,21% pada tahun 2023. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 74,02 pada tahun 2022 menjadi 74,53 pada tahun 2023. Rata-rata lama sekolah di Kabupaten Lamongan saat ini mencapai 8,34 tahun, dengan harapan meningkat hingga 14,02 tahun (setara lulus D2),”paparnya.








