SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan menegaskan percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar agenda bantuan pangan, tetapi langkah strategis memperkuat gizi masyarakat, menekan stunting, dan menggerakkan ekonomi lokal. Hingga April 2026, sebanyak 267.164 warga disebut telah menerima manfaat program tersebut.
Capaian itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Pemantauan dan Pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Hotel Harris Surabaya, Kamis (16/4/2026). Forum ini digelar untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, aman dikonsumsi, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan pengawasan menjadi kunci agar distribusi makanan bergizi benar-benar sampai kepada kelompok sasaran. Menurutnya, kualitas layanan harus dijaga seiring perluasan jangkauan penerima.
“Jumlah penerima manfaat yang telah terlayani mencapai 267.164 orang. Ini menunjukkan bahwa program MBG benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Pemkab Bangkalan juga melaporkan perkembangan infrastruktur layanan. Dari total 194 unit SPPG, sebanyak 112 unit telah beroperasi, 13 unit segera beroperasi, dan 67 unit masih dalam tahap pembangunan.
Di sisi keamanan pangan, 85 unit telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sedangkan 40 unit lainnya masih berproses. Sertifikasi ini penting untuk menjamin makanan yang dibagikan memenuhi standar kebersihan dan layak konsumsi.
Bagi warga, manfaat program ini tidak hanya terasa pada pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Kehadiran MBG juga membantu rumah tangga rentan mengurangi beban pengeluaran harian, terutama di tengah tekanan harga kebutuhan pokok.
Efek lainnya terlihat pada sektor ekonomi daerah. Keterlibatan pelaku UMKM dalam penyediaan bahan pangan membuka pasar baru, memperluas rantai pasok lokal, dan menciptakan peluang kerja di tingkat desa maupun kelurahan.
Program ini juga diarahkan menjadi instrumen percepatan penurunan stunting di Bangkalan. Dengan asupan makanan bergizi yang lebih terukur, pemerintah berharap kualitas kesehatan anak dan produktivitas generasi muda ikut meningkat.
Dalam forum tersebut, Bangkalan juga menerima apresiasi. SPPG Bangkalan Mlajah 2 meraih penghargaan sebagai dapur terbaik, menandakan kualitas pengelolaan layanan terus membaik.
Pemkab Bangkalan menegaskan evaluasi akan dilakukan berkala agar perluasan program tetap terukur. “Kami ingin manfaatnya semakin luas dan kualitas pelayanannya terus meningkat,” pungkas Lukman Hakim.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar