Proyek Sumur JIAT Indramayu Diduga Tak Transparan

Senin, 8 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek pembangunan Sumur JIAT di Desa Gabuskulon, Indramayu, diduga melanggar aturan karena tidak memasang papan informasi. (Foto Dok Jayas /RadarBangsa.co.id)

Proyek pembangunan Sumur JIAT di Desa Gabuskulon, Indramayu, diduga melanggar aturan karena tidak memasang papan informasi. (Foto Dok Jayas /RadarBangsa.co.id)

INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id — Pekerjaan pembangunan Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Gabuskulon, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, menjadi sorotan warga setelah ditemukan tidak adanya papan informasi proyek di lokasi. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan pelanggaran aturan keterbukaan publik, terlebih proyek ini menggunakan dana negara.

Program Sumur JIAT diketahui merupakan bagian dari kegiatan nasional yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA). Anggarannya bersumber dari APBN Tahun 2025. Namun, minimnya informasi teknis di lapangan membuat publik mempertanyakan transparansi pengerjaannya.

Aktivis Indramayu, Bang Brintik, menilai absennya papan proyek merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. “Papan informasi wajib dipasang sejak awal pekerjaan. Jika tidak ada, publik kehilangan hak untuk mengetahui siapa pelaksana, nilai kontrak, dan sumber anggaran,” ujarnya, Senin (8/12).

Ia menambahkan, proyek tanpa identitas acap kali disebut sebagai “proyek siluman” dan rawan penyimpangan. Ketidakterbukaan tersebut, lanjutnya, dapat berpotensi memunculkan praktik korupsi, ketidaksesuaian spesifikasi, hingga pelaksanaan teknis yang tidak terpantau. “Masyarakat punya hak mengawasi. Tanpa informasi, bagaimana mereka bisa ikut menjaga kualitas pembangunan?” katanya.

Selain itu, Brintik mendesak Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR turun langsung melakukan audit teknis. Ia menilai langkah evaluasi penting untuk memastikan bahwa program Sumur JIAT benar-benar memberikan manfaat bagi petani, terutama di wilayah yang masih mengandalkan irigasi alternatif. “Tujuan program ini sangat baik, yaitu menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian. Tapi kalau pelaksanaannya tidak transparan, manfaat itu bisa terhambat,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah ikut aktif memantau proses pembangunan agar proyek ini tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi prinsip akuntabilitas publik.

Penulis : Jayas

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sengketa Sawah 3.653 M² di Lamongan Memanas, Ahli Waris Persoalkan Surat Jual Beli 1984
Tak Temukan Titik Api, Polsek Laren dan Koramil Tetap Wanti-wanti Warga Soal Karhutla di Lamongan
Polsek Laren Wanti-wanti Curanmor, Perangkat Desa di Lamongan Diminta Perkuat Kewaspadaan Warga
Sepakat Damai, Kejari Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Pencurian Motor Lewat Restorative Justice
Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL
Polsek Laren Sosialisasikan Layanan 110 di Pelangwot, Warga Lamongan Diajak Aktif Jaga Kamtibmas
Patroli Hutan Pelangwot, Polsek Laren Pastikan Tak Ada Titik Api Karhutla di Lamongan
Patroli Malam di Gampangsejati, Polsek Laren Ingatkan Pengunjung Warkop Waspada Curanmor di Lamongan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:12

Tak Temukan Titik Api, Polsek Laren dan Koramil Tetap Wanti-wanti Warga Soal Karhutla di Lamongan

Rabu, 16 September 2026 - 19:02

Polsek Laren Wanti-wanti Curanmor, Perangkat Desa di Lamongan Diminta Perkuat Kewaspadaan Warga

Selasa, 15 September 2026 - 23:32

Sepakat Damai, Kejari Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Pencurian Motor Lewat Restorative Justice

Selasa, 15 September 2026 - 16:34

Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL

Selasa, 15 September 2026 - 15:56

Polsek Laren Sosialisasikan Layanan 110 di Pelangwot, Warga Lamongan Diajak Aktif Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru