Puluhan Tahun Menanti, Jembatan Rowogempol Pasuruan Akhirnya Dibangun Kembali

Jumat, 3 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proses rehabilitasi Jembatan Rowogempol di Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jumat (3/7/2026), ditargetkan rampung pada 22 Agustus 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Proses rehabilitasi Jembatan Rowogempol di Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jumat (3/7/2026), ditargetkan rampung pada 22 Agustus 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai merehabilitasi Jembatan Rowogempol di Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, yang selama puluhan tahun menjadi akses vital penghubung Kecamatan Lekok dan Kecamatan Rejoso. Infrastruktur peninggalan sejak era Belanda itu diperbaiki setelah kondisinya dinilai tidak lagi mampu menjamin keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp180 juta untuk rehabilitasi jembatan tersebut. Proyek ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus meningkatkan keamanan akses penghubung antarkecamatan.

Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Pasuruan, Sarinah Rostief, mengatakan pembangunan jembatan merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang selama ini disampaikan dalam berbagai forum bersama pemerintah daerah. Setelah dilakukan verifikasi lapangan, usulan tersebut dinilai layak untuk direalisasikan.

“Sering kali dalam pertemuan, pihak Desa Rowogempol mengajukan aspirasi tentang perbaikan jembatan ini. Setelah kami melakukan verifikasi faktual, usulan tersebut diterima hingga akhirnya dapat direalisasikan,” kata Sarinah saat meninjau proyek rehabilitasi Jembatan Rowogempol, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, pekerjaan rehabilitasi berlangsung selama 75 hari kalender, terhitung sejak 9 Juni hingga 22 Agustus 2026. Hingga awal Juli, progres pembangunan telah mencapai sekitar 50 persen dan ditargetkan selesai sesuai jadwal kontrak.

“Semoga pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal hingga 22 Agustus 2026,” ujarnya.

Sarinah juga mengajak masyarakat ikut menjaga jembatan setelah selesai dibangun. Menurutnya, jembatan dengan bentang 4,5 meter dan lebar 5 meter itu akan menjadi fasilitas publik yang harus dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Kepala Desa Rowogempol, Muhammad, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang telah merealisasikan harapan warga. Ia mengungkapkan, selama ini jembatan kerap terendam saat musim hujan karena konstruksinya terlalu rendah sehingga membahayakan pengguna jalan.

“Kalau hujan, jembatan tertutup air karena konstruksinya terlalu rendah. Apalagi banyak kendaraan bermuatan berat yang melintas, sehingga kondisinya sangat berbahaya jika tidak segera diperbaiki,” terangnya.

Menurut Muhammad, keberadaan Jembatan Rowogempol sangat penting bagi aktivitas masyarakat. Selain menghubungkan Kecamatan Lekok dan Rejoso, jembatan tersebut menjadi jalur alternatif menuju Kota Pasuruan, Pasar Ngopak, hingga kawasan Makam Segoropuro.

“Mudah-mudahan pengerjaannya cepat selesai sehingga akses transportasi kembali lancar dan aktivitas ekonomi masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Berita Terbaru