LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Puncak peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 tahun 2026 berlangsung meriah di Pendopo Lokatantra Lamongan, Selasa (26/5/2026). Prosesi adat mulai kirab pataka, pembukaan selubung lambang daerah hingga penyemayaman pasamuan agung menjadi simbol perjalanan panjang Lamongan membangun kekuatan pangan dan sosial.
Ribuan warga memadati lokasi acara. Berbagai hiburan rakyat mulai drumband, tongklek, barongsai, reog, jaran jenggo hingga sendratari ikut menyedot perhatian masyarakat sejak pagi.
Namun di balik kemeriahan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan pesan penting soal masa depan daerah. Tema HJL 457, “Tumbuh Bersama, Wujudkan Ketangguhan Pangan dan Sosial”, disebut bukan sekadar slogan seremonial.
“Lamongan besar karena kerja keras bersama lintas generasi. Ini bukan hanya tema, tetapi penegasan jati diri daerah,” kata Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Ia mengungkapkan Lamongan masih menjadi lumbung pangan utama Jawa Timur dengan produksi padi mencapai 1,33 juta ton sepanjang 2025. Capaian tersebut menjadi modal besar untuk mendorong Lamongan naik kelas menjadi pusat agroindustri dan investasi jangka panjang.
Tak hanya sektor pangan, Pemkab Lamongan juga menyoroti sejumlah program sosial yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Mulai Makanan Bergizi Gratis (MBG), kemudahan akses kesehatan, beasiswa Perintis, sekolah rakyat hingga program Yakin Semua Sejahtera terus diperluas.
“Perikanan dan peternakan juga menunjukkan hasil membanggakan. Kami ingin pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pak Yes juga membeberkan sejumlah proyek strategis yang sedang dipercepat. Di antaranya pembangunan Jalan Lingkar Selatan Babat, penambahan 10 ribu PJU melalui skema KPBU hingga pengembangan Kawasan Gajah Mada menjadi alun-alun kedua Lamongan.
Menurutnya, diaspora Lamongan juga memiliki peran besar dalam memperkuat ekonomi daerah melalui jejaring investasi dan pengembangan usaha.
“Bukan hanya kegiatan sosial, tetapi jejaring strategis yang harus dikelola bersama. Lamongan harus optimistis bisa naik tingkat menjadi pusat agroindustri dan investasi jangka panjang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Lamongan Mukhammad Freddy Wahyudi mengajak masyarakat menjadikan momentum HJL ke-457 sebagai refleksi sejarah sekaligus penguat persatuan di tengah tantangan ekonomi dan sosial.
“Mari merapatkan barisan, memperkuat kesatuan, dan turut berkontribusi nyata membangun Lamongan di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Perayaan Hari Jadi Lamongan tahun ini bukan sekadar pesta budaya. Di tengah tantangan ekonomi nasional, Lamongan mencoba menunjukkan arah baru pembangunan daerah berbasis pangan, investasi, dan penguatan sosial masyarakat.
“Lamongan harus bangkit ekonominya, merata pembangunannya, dan harmonis warganya,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar