Rakernas Pergunu–JKSN di Surabaya, Khofifah dan Menko Polkam Tegaskan Loyalitas Pesantren untuk NKRI

Minggu, 15 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Menko Polkam Djamari Chaniago saat Rakernas Pergunu dan JKSN di Surabaya, Sabtu (14/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Menko Polkam Djamari Chaniago saat Rakernas Pergunu dan JKSN di Surabaya, Sabtu (14/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) sekaligus peresmian Kantor Pusat JKSN di Surabaya, Sabtu (14/2). Agenda ini juga dihadiri Djamari Chaniago selaku Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, serta sejumlah kepala daerah dan alim ulama dari berbagai provinsi.

Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi nasional jaringan kyai dan santri di tengah tantangan sosial, politik, dan keamanan nasional. Rakernas membahas penguatan peran pesantren, literasi kebangsaan, dan kontribusi ulama dalam menjaga stabilitas negara.

Dalam sambutannya, Khofifah mengapresiasi Rakernas Pergunu dan JKSN sebagai forum strategis membangun sinergi keummatan dan kebangsaan. Ia menyebut JKSN sebagai “rumah besar” yang diharapkan mampu menjadi penyejuk di tengah dinamika bangsa.

“Jaringan santri dan kyai ini harus menjadi rumah besar yang menyejukkan. Ulama senantiasa menjadi pendamai dan referensi kehidupan yang penuh kebaikan,” ujarnya.

Menurut Khofifah, komitmen tersebut harus diwujudkan melalui penguatan karakter akhlakul karimah, dengan memadukan kearifan lokal dan wawasan global. Ia menekankan pentingnya perspektif Islam rahmatan lil ‘alamin sebagai fondasi membangun masyarakat inklusif dan berkeadaban.

Kehadiran Menko Polkam Djamari Chaniago menambah bobot strategis agenda tersebut. Dalam paparannya, ia mengingatkan kembali peran historis santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan, khususnya Resolusi Jihad yang digelorakan Hasyim Asy’ari dan memicu peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

“Api perjuangan itu lahir dari Jawa Timur. Semangat pengabdian santri dan ulama harus terus menyala untuk menjaga bangsa ini,” tegasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya pembangunan berbasis karakter dan moralitas, dengan pesantren sebagai pusat pembentukan nilai kebangsaan. Dalam konteks keamanan nasional, peran ulama dinilai strategis meredam polarisasi dan menjaga kohesi sosial.

Sementara itu, Ketua Umum JKSN sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim menegaskan pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang telah berkontribusi dalam perjuangan melawan penjajahan dan membangun karakter bangsa.

“Sejak belum ada sistem pendidikan formal modern, pesantren sudah hadir memberikan layanan pendidikan dan menjadi pusat perjuangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi orientasi perjuangan kini diarahkan pada pencapaian cita-cita kemerdekaan, yakni kesejahteraan dan keadilan sosial. Organisasi ulama, menurutnya, harus tetap menjaga paham Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang moderat serta memperkuat persatuan nasional.

Rakernas Pergunu dan JKSN di Surabaya ini sekaligus menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu episentrum sejarah perjuangan dan pendidikan pesantren di Indonesia. Konsolidasi kyai dan santri dinilai relevan dalam menghadapi tantangan era digital, disinformasi, serta dinamika politik kebangsaan.

“Semoga pertemuan ini menguatkan komitmen kita untuk menjaga persatuan dan membangun Indonesia yang adil dan sejahtera,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru