NGAWI, RadarBangsa.co.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Ngawi terus memperkuat sistem pemeliharaan rutin jalan dengan memastikan ketersediaan aspal dingin (cold mix/kulmik) setiap saat. Strategi ini diterapkan untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan, khususnya lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Ngawi, Muhammad Fauzi Amir Rachman, mengatakan kesiapan material menjadi faktor penting dalam mempercepat respons terhadap laporan masyarakat maupun hasil pemantauan petugas di lapangan.
“Ketersediaan material menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kerusakan jalan. Ketika aspal dingin selalu tersedia, tim kami dapat langsung bergerak begitu ditemukan kerusakan di lapangan,” kata Fauzi saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, penanganan cepat diperlukan agar kerusakan yang masih bersifat ringan tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih berat dan membutuhkan biaya perbaikan yang lebih besar.
“Tujuan kami adalah melakukan penanganan sedini mungkin sehingga lubang jalan tidak semakin meluas. Dengan begitu, kualitas jalan tetap terjaga dan anggaran pemeliharaan dapat digunakan secara lebih efisien,” ujarnya.
Melalui program pemeliharaan rutin, DPUPR Ngawi telah menyelesaikan penanganan di ruas Kedung Perahu–Waduk Pondok. Sementara itu, pekerjaan masih berlangsung di ruas Karangjati–Rejunopakolan dan Kendal–Pelayaran–Patalan. Selanjutnya, pemeliharaan akan dilanjutkan ke ruas Jatigembol–Begal serta Ngawi Purba–Tawun.
Fauzi menjelaskan, pemeliharaan rutin tidak hanya dilakukan ketika kerusakan jalan sudah parah. DPUPR juga mengedepankan langkah preventif melalui inspeksi berkala dan penanganan cepat pada titik-titik yang mulai mengalami penurunan kualitas.
“Pemeliharaan rutin tidak hanya dilakukan ketika kerusakan sudah parah, tetapi juga melalui inspeksi berkala dan penanganan cepat pada titik-titik yang mulai mengalami penurunan kualitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan dini dinilai mampu memperpanjang usia layanan jalan sekitar satu hingga dua tahun. Upaya tersebut sekaligus mengurangi risiko kerusakan struktural yang membutuhkan rehabilitasi dengan biaya jauh lebih besar.
“Kami berharap kondisi jalan kabupaten tetap mantap sehingga mobilitas masyarakat semakin lancar, keselamatan pengguna jalan lebih terjamin, dan distribusi barang maupun hasil pertanian tidak terganggu. Pemantauan akan terus kami lakukan agar seluruh pekerjaan pemeliharaan berjalan sesuai target,” pungkasnya.
Penulis : En
Editor : Zainul Arifin


















Komentar