KOTA BATU, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Kawasan Permukiman dan Perumahan (DKPP) memulai pembangunan rest area di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. Proyek yang berdiri di atas lahan tanah kas desa (TKD) seluas kurang lebih 9.000 meter persegi itu ditargetkan menjadi pusat baru bagi aktivitas usaha mikro kecil menengah (UMKM) sekaligus penopang pertumbuhan ekonomi lokal.
Pembangunan rest area ini menggunakan anggaran APBD Kota Batu tahun 2025 sebesar Rp1,99 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk sejumlah pekerjaan fisik, di antaranya pembangunan pondasi tanah, pemasangan saluran air dengan gorong-gorong, pavingisasi kawasan, serta pembangunan stan jualan khusus UMKM warga Punten.
Rest area tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi sentra baru bagi produk-produk lokal, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan, yang selama ini menjadi ciri khas desa wisata di Kota Batu.
Kepala Desa Punten, Hening, menjelaskan pembangunan rest area ini merupakan buah dari perjuangan panjang pemerintah desa yang telah mengusulkan proyek tersebut hampir tiga tahun lalu.
“Alhamdulillah, setelah kami ajukan sejak lama, akhirnya di tahun 2024 usulan ini bisa terealisasi dengan bantuan pembangunan fisik yang cukup memadai,” ujar Hening, Senin (15/9/2025).
Menurut Hening, program ini sejalan dengan aturan Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa, khususnya Pasal 43 ayat 1 yang memberi ruang bagi pemerintah desa untuk mengajukan pembangunan melalui pemerintah kabupaten maupun kota.
Ia menambahkan, adanya rest area di Punten akan memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga. Tidak hanya membuka ruang usaha baru, tetapi juga menambah daya tarik wisata kawasan Punten yang selama ini dikenal dengan agrowisatanya.
“Perhatian Pemkot Batu ini sangat berarti bagi kami. Dengan adanya rest area, desa kami bisa semakin berkembang, dan potensi UMKM bisa lebih terangkat. Harapannya ekonomi warga semakin tumbuh,” imbuh Hening.
Pemerintah desa optimistis kehadiran rest area akan menjadi tonggak baru dalam pengembangan kawasan wisata sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
“Rest area Punten ini bukan sekadar fasilitas, tetapi pintu gerbang menuju kemandirian ekonomi desa,” pungkas Hening.
Lainnya:
- Anggota DPD RI Lia Istifhama Soroti Hambatan SLIK, Dorong Bank Mandiri Permudah Kredit UMKM Pemula
- Kredit UMKM Masih Sulit Cair, Anggota DPD RI Lia Istifhama Sentil Sistem SLIK OJK yang Bikin Pedagang Menjerit
- Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung
Penulis : wanto
Editor : Zainul Arifin








