Riset BRIN Masuk Jatim, Khofifah Dorong Inovasi Jadi Solusi Publik

Senin, 11 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah bersama Kepala BRIN bahas kolaborasi riset di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu, 9 Mei 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Khofifah bersama Kepala BRIN bahas kolaborasi riset di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu, 9 Mei 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat langkah strategis dalam pengembangan riset dan inovasi melalui kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pertemuan ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (9/5), saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima langsung Kepala BRIN Arif Satria.

Pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi penting untuk mendorong hilirisasi hasil riset agar tidak berhenti di tahap laboratorium, tetapi benar-benar masuk ke sektor industri dan pelayanan publik di daerah.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Pemprov Jatim dan BRIN membahas penguatan ekosistem riset yang lebih terarah dan aplikatif.

Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pemanfaatan inovasi berbasis riset. Namun tantangan utamanya adalah memastikan hasil penelitian bisa diakses dan digunakan oleh masyarakat luas.

“Pertemuan ini menjadi langkah strategis memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Jawa Timur sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, banyak hasil riset nasional yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal di daerah. Karena itu, akses informasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar inovasi tidak berhenti sebagai dokumen ilmiah.

Menurutnya, BRIN saat ini memiliki sekitar 6.000 kekayaan intelektual yang mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pangan, kesehatan, energi, hingga teknologi lingkungan.

“Ini peluang besar bagi Jawa Timur untuk mempercepat hilirisasi inovasi,” tegasnya.

Kepala BRIN Arif Satria menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa BRIN siap membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan pemerintah daerah agar hasil riset benar-benar berdampak langsung.

“Kami berterima kasih atas dukungan Pemprov Jatim. Ke depan riset harus sampai ke masyarakat, tidak berhenti di tahap pengembangan,” ujarnya.

Kolaborasi ini dinilai strategis karena menyentuh sektor vital seperti kesehatan dan pangan. Salah satu contoh yang dibahas adalah potensi pengembangan alat kesehatan hasil riset BRIN yang dapat dikolaborasikan dengan RSUD Dr. Soetomo sebagai pusat *clinical research* nasional.

Selain itu, inovasi seperti teknologi “food saver” untuk penyimpanan pangan juga dinilai dapat membantu memperpanjang masa simpan komoditas seperti beras, telur, hingga buah-buahan agar lebih efisien dalam distribusi.

Pengamat kebijakan publik menilai langkah ini dapat mempercepat transformasi ekonomi daerah berbasis teknologi. Namun, tantangan tetap ada pada kesiapan industri lokal dalam menyerap hasil inovasi tersebut.

Pemprov Jatim menegaskan akan melibatkan perangkat daerah teknis agar setiap inovasi BRIN bisa segera diuji dan diterapkan di lapangan sesuai kebutuhan masyarakat.

Khofifah menegaskan bahwa hilirisasi riset bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal dampak nyata bagi masyarakat. “Yang terpenting adalah bagaimana inovasi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 19:51

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru