SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendapat apresiasi atas penguatan layanan rumah sakit berstandar internasional yang dinilai mampu menekan tren warga berobat ke luar negeri. Dua rumah sakit daerah, RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang, disebut telah memiliki kualitas layanan yang kompetitif di tingkat global.
Apresiasi itu disampaikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat bertemu Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, di Surabaya, Senin (6/2/2026). Menurut Lia, kehadiran layanan kelas internasional di rumah sakit daerah menjadi tonggak penting dalam transformasi layanan kesehatan di Jawa Timur.
“Pemprov Jawa Timur layak mendapat apresiasi karena berani menghadirkan layanan rumah sakit dengan standar internasional. RSUD Dr. Soetomo dan RSSA Malang kini mampu bersaing dengan rumah sakit luar negeri, baik dari sisi fasilitas, teknologi medis, maupun kualitas tenaga kesehatannya,” ujar Lia.
Ia menilai langkah tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama kalangan menengah ke atas, yang selama ini cenderung memilih berobat ke luar negeri seperti Singapura atau Malaysia. Tren tersebut tidak hanya berdampak pada beban biaya pasien, tetapi juga menyebabkan keluarnya devisa dalam jumlah besar.
“Jika layanan dengan kualitas setara sudah tersedia di dalam negeri, khususnya di Jawa Timur, maka tidak ada lagi alasan kuat untuk mencari layanan medis ke luar negeri,” kata Lia.
Sekda Jatim Adhy Karyono mengakui bahwa angka warga Jawa Timur yang menjalani pengobatan di luar negeri masih cukup tinggi. Karena itu, Pemprov Jatim secara bertahap memperkuat kapasitas rumah sakit daerah agar mampu menjadi rujukan utama masyarakat.
“RSUD Dr. Soetomo dan RSSA saat ini telah dilengkapi peralatan medis mutakhir, layanan spesialistik dan subspesialistik, serta sistem pelayanan pasien yang semakin modern dan terintegrasi. Standarnya sebanding dengan rumah sakit luar negeri,” ujar Adhy.
Selain berdampak pada kualitas layanan kesehatan, Lia menekankan efek ekonomi yang menyertai kebijakan tersebut. Menurutnya, ketika masyarakat memilih berobat di dalam daerah, perputaran uang akan tetap berada di Jawa Timur dan memperkuat ekonomi lokal.
“Ini bukan semata isu kesehatan, tetapi juga strategi ekonomi daerah. Kepercayaan publik terhadap rumah sakit daerah harus terus dijaga,” tuturnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








