RS Mata NTB Siapkan Layanan Glaukoma Terpadu

Sabtu, 27 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana operasi mata di RS Mata NTB yang terus meningkatkan layanan subspesialis demi memenuhi kebutuhan masyarakat. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Suasana operasi mata di RS Mata NTB yang terus meningkatkan layanan subspesialis demi memenuhi kebutuhan masyarakat. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Rumah Sakit Mata Nusa Tenggara Barat (RS Mata NTB) terus mengembangkan layanan subspesialis demi memenuhi kebutuhan pasien di wilayah tersebut. Di bawah kepemimpinan Direktur dr. Cahya Dessy Rahmawati Sp.M., rumah sakit ini memberangkatkan sejumlah dokter dan perawat untuk menempuh pendidikan lanjutan atau fellowship sebagai bagian dari persiapan layanan glaukoma terpadu.

Program tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2025. Kehadirannya diharapkan dapat menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan medis khusus glaukoma, penyakit mata yang menjadi penyebab kebutaan kedua terbanyak setelah katarak.

“Glaukoma ini kasusnya terus meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pasien yang datang ke rumah sakit kami cukup tinggi sehingga layanan terpadu perlu segera tersedia,” ujar Cahya di Mataram, Jumat (26/9/2025).

Glaukoma merupakan gangguan pada saraf mata yang disebabkan tingginya tekanan di dalam bola mata. Kondisi ini kerap tidak disadari hingga menimbulkan kerusakan permanen pada penglihatan. Berdasarkan data RS Mata NTB tahun 2024, terdapat 1.353 pasien kunjungan dengan diagnosis glaukoma. Angka itu menempatkan glaukoma pada urutan ketiga kasus kunjungan tertinggi di rumah sakit tersebut.

Melihat situasi tersebut, RS Mata NTB mulai menyiapkan tenaga medis yang berkompeten. Sejumlah dokter dan perawat telah dikirim mengikuti pelatihan di pusat pendidikan mata di berbagai daerah di Indonesia.

“Harapannya, layanan glaukoma terpadu bisa dibuka akhir tahun 2025, sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar NTB,” kata Cahya.

Selain layanan glaukoma, RS Mata NTB juga mengembangkan subspesialis lain yang masuk dalam roadmap rumah sakit. Program unggulan seperti vitrektomi dan operasi katarak telah berjalan sebelumnya dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Menurut Cahya, langkah strategis ini merupakan bagian dari target besar menjadikan RS Mata NTB sebagai rumah sakit rujukan utama di kawasan Nusa Tenggara untuk penanganan penyakit mata yang lebih kompleks. “Kami ingin agar masyarakat NTB mendapatkan layanan lengkap, dari yang sederhana hingga subspesialis, tanpa harus pergi jauh,” jelasnya.

Dengan program yang sedang dijalankan, RS Mata NTB diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan, tetapi juga pusat pengembangan sumber daya manusia kesehatan mata.

“Mengirimkan tenaga medis untuk belajar lebih dalam adalah investasi jangka panjang agar pelayanan terus meningkat,” pungkas Cahya.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru