SURABAYA, RadarBangsa.co.id – RSGMP Nala Husada Surabaya mencatat tonggak baru dalam pengembangan layanan kesehatan gigi dan mulut setelah berhasil melaksanakan operasi bedah ortognatik perdana. Keberhasilan tersebut menegaskan kesiapan rumah sakit pendidikan itu menangani kasus kelainan dentofasial yang kompleks melalui layanan bedah mulut dan maksilofasial yang terintegrasi.
Capaian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat layanan kesehatan gigi dan mulut yang komprehensif, modern, serta berorientasi pada mutu pelayanan dan keselamatan pasien. RSGMP Nala Husada Surabaya juga mempertegas komitmennya dalam menghadirkan layanan berbasis kolaborasi multidisiplin dan teknologi kedokteran gigi.
Direktur RSGMP Nala Husada Surabaya, drg. Sweeta Artsiana Dewi, M.Kes., CRMP., mengatakan keberhasilan operasi bedah ortognatik perdana menjadi tonggak penting bagi pengembangan layanan rumah sakit.
“Keberhasilan pelaksanaan operasi bedah ortognatik perdana ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan layanan RSGMP Nala Husada Surabaya. Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan bedah mulut dan maksilofasial yang komprehensif, modern, serta mengutamakan mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” ujarnya.
Menurut Sweeta, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi tim multidisiplin yang bekerja sesuai standar profesi dan standar pelayanan rumah sakit. Sinergi dokter spesialis, tenaga kesehatan, serta seluruh tim pendukung menjadi faktor penting dalam memastikan setiap tahapan tindakan berjalan optimal.
“Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi tim multidisiplin yang bekerja sesuai standar profesi dan standar pelayanan rumah sakit. Sinergi seluruh tenaga kesehatan menjadi kunci agar setiap tahapan penanganan dapat berjalan optimal,” tambahnya.
Sebagai rumah sakit pendidikan, RSGMP Nala Husada Surabaya terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, mengembangkan mutu pelayanan, serta mendukung pendidikan dan penelitian di bidang kedokteran gigi melalui penerapan teknologi, kolaborasi antarprofesi, dan pelayanan klinis berbasis bukti ilmiah.
Operasi perdana tersebut turut dipantau oleh Wakil Direktur I RSGMP Nala Husada Surabaya, Prof. Dr. Rima Parwati Sari, drg., M.Kes., PBO., serta Wakil Direktur II, Dr. drg. Arya Brahmanta, Sp.Ort., FICD., bersama jajaran manajemen rumah sakit.
Sweeta menegaskan, keberhasilan operasi bedah ortognatik perdana menjadi awal pengembangan layanan unggulan yang lebih luas sehingga masyarakat memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang semakin lengkap, aman, dan profesional.
“Ke depan, kami akan terus mengembangkan layanan unggulan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang kedokteran gigi agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang semakin berkualitas, aman, dan profesional,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar