RSNU Pasuruan Diresmikan, Khofifah Tekankan Manajerial Profesional dan Akuntabel

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan RSNU Pasuruan, Senin (26/1). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan RSNU Pasuruan, Senin (26/1). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Pasuruan yang berlokasi di Jalan Raya Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Senin (26/1). Kehadiran RSNU dinilai menjadi penguatan penting bagi akses layanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya di wilayah Pasuruan dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa rumah sakit milik Nahdlatul Ulama bukan sekadar infrastruktur kesehatan, melainkan simbol kepedulian sosial dan kehadiran nyata NU dalam menjawab kebutuhan riil umat. Menurutnya, RSNU merupakan bagian dari dakwah sosial NU yang diwujudkan melalui pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Hadirnya RSNU Pasuruan akan memperkuat layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi wujud khidmah NU di bidang kesehatan,” ujar Khofifah.

Khofifah yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU menekankan pentingnya penguatan kemampuan manajerial dalam pengelolaan rumah sakit. Ia menilai, kepemimpinan di lingkungan NU sudah kuat secara nilai dan dedikasi, namun perlu dilengkapi dengan manajerial skill yang profesional agar rumah sakit dapat beroperasi secara akuntabel dan berdaya saing.

“Manajer dan leader di NU luar biasa, tetapi manajerial skill tetap harus diperkuat. Rumah sakit menuntut tata kelola yang rapi, efisien, dan transparan,” katanya.

Ia bahkan merekomendasikan pengelola RSNU untuk memperkaya literasi kepemimpinan modern, salah satunya melalui referensi buku tentang manajer dan pemimpin profesional. Hal tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting agar mutu layanan dan keselamatan pasien dapat terus ditingkatkan.

Khofifah berharap RSNU Pasuruan dikelola secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai ke-NU-an. Menurutnya, layanan pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi di lingkungan NU perlu saling belajar dari praktik terbaik lembaga profesional agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.

“Dakwah NU hari ini tidak hanya melalui mimbar, tetapi juga melalui dakwah bil hal dan bil mal. RSNU adalah contoh nyata,” tuturnya.

Lebih jauh, Khofifah mengaitkan kehadiran RSNU dengan program Jatim Sehat, salah satu pilar Nawa Bhakti Satya Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menegaskan, Jatim Sehat bukan hanya tentang masyarakat yang tidak sakit, tetapi tentang akses layanan kesehatan yang merata, bermutu, dan berkeadilan.

“Kehadiran RSNU Pasuruan menjadi bagian penting dari ekosistem Jatim Sehat dan penguatan sistem kesehatan daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan kesehatan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Kolaborasi dengan organisasi masyarakat seperti NU dinilai strategis mengingat jejaring sosial dan basis keumatan NU yang sangat luas di Jawa Timur.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Ansori menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap operasional RSNU. Ia berharap rumah sakit ini dapat memberikan pelayanan prima dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami mendukung penuh RSNU agar terus berkolaborasi dan memberikan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat Pasuruan,” katanya.

Respons positif juga datang dari masyarakat. Alma, warga Pasuruan, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya RSNU yang dinilai memudahkan akses layanan kesehatan bagi warga sekitar.

“Kami senang dan terbantu. Semoga RSNU bisa menjadi contoh rumah sakit NU lainnya di Jawa Timur,” ungkapnya.

Peresmian RSNU Pasuruan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Khofifah, didampingi Wakil Bupati Pasuruan, Ketua PWNU Jawa Timur, Ketua Yayasan Kesehatan Nahdliyyin, serta Ketua PCNU Pasuruan. Khofifah pun menutup sambutannya dengan harapan agar RSNU mampu memperkuat jejaring rujukan kesehatan dan mendukung keberlanjutan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dokter Umum RSUD HMR Mataram Dibekali Keahlian Ultrasound Darurat
Pelayanan RSUD HMR Mataram Kembali Dipuji, Pasien Cedera Berat Ditangani Sigap
RS Rujukan Kalbar Penuhi Standar KRIS Kemenkes
RSNU Pasuruan Diresmikan Khofifah, Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Sosial
Hari Gizi Nasional 2026, RSUD HMR Mataram Edukasi Gizi Seimbang ke Sekolah
Menjaga Napas Bangsa, Senator Asal Jatim Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Penguatan Pengendalian TBC di Surabaya
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Tekankan Layanan Paru dan Pencegahan TBC di Surabaya
DPD RI Lia Istifhama Tinjau RSUD Husada Prima Surabaya, Dorong Penanganan TBC Lebih Efektif

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:38 WIB

Dokter Umum RSUD HMR Mataram Dibekali Keahlian Ultrasound Darurat

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:22 WIB

Pelayanan RSUD HMR Mataram Kembali Dipuji, Pasien Cedera Berat Ditangani Sigap

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:29 WIB

RS Rujukan Kalbar Penuhi Standar KRIS Kemenkes

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:20 WIB

RSNU Pasuruan Diresmikan Khofifah, Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Sosial

Senin, 26 Januari 2026 - 20:54 WIB

Hari Gizi Nasional 2026, RSUD HMR Mataram Edukasi Gizi Seimbang ke Sekolah

Berita Terbaru