Khofifah Pimpin Gerakan SIKAP di Kediri, 110.481 Guru-Murid Tanam dan Panen Serentak

Senin, 26 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin penanaman dan panen serentak Program SIKAP di SMKN 1 Plosoklaten, Kediri, Minggu (25/1). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin penanaman dan panen serentak Program SIKAP di SMKN 1 Plosoklaten, Kediri, Minggu (25/1). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

KEDIRI, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung penanaman tanaman produktif, penaburan benih ikan, dan panen serentak yang melibatkan 110.481 guru dan murid dari 754 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Jawa Timur. Kegiatan yang dipusatkan di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Minggu (25/1), ini menegaskan peran sekolah sebagai laboratorium ketahanan pangan sekaligus mengantarkan Pemprov Jatim meraih dua penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Kegiatan berlangsung secara luring dengan sekitar 500 peserta di lokasi utama, serta diikuti secara daring oleh 109.981 guru dan murid dari ratusan sekolah di seluruh Jawa Timur. Agenda serentak meliputi penanaman ragam tanaman produktif, penaburan benih ikan, serta panen hasil budidaya yang telah berjalan di masing-masing sekolah.

Atas implementasi masif Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), Pemprov Jawa Timur menerima dua rekor MURI. Rekor pertama sebagai Pelopor dan Pelaksana Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan Terbanyak pada Satuan Pendidikan, melibatkan 754 sekolah SMA, SMK, dan SLB. Rekor kedua sebagai Pemrakarsa Gerakan Penanaman Ragam Tanaman Produktif dan Penaburan Benih Ikan Serentak Terbanyak oleh 110.481 guru dan murid.

Gubernur Khofifah menegaskan, SIKAP dirancang sebagai model pendidikan kontekstual dan berkelanjutan yang mengintegrasikan pembelajaran dengan praktik nyata. “Sekolah harus menjadi ruang belajar yang hidup. Anak-anak tidak hanya menerima teori, tetapi juga belajar menanam, merawat, memanen, hingga mengelola hasilnya,” ujar Khofifah.

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan pilar strategis pembangunan Jawa Timur. Melalui sekolah, nilai-nilai kemandirian, kepedulian lingkungan, dan adaptasi terhadap tantangan masa depan dapat ditanamkan sejak dini. “Ketika sekolah menjadi pusat edukasi pangan, kita sedang menyiapkan generasi yang tangguh dan siap menghadapi dinamika global,” katanya.

Usai peresmian, Khofifah meninjau langsung berbagai praktik ketahanan pangan di SMKN 1 Plosoklaten, mulai dari panen telur, pengelolaan ayam potong, kandang kambing dan sapi perah, hingga penanaman perdana tanaman produktif serta panen dan penebaran benih ikan. Ia menilai praktik yang diterapkan sekolah tersebut telah memenuhi standar kebersihan dan manajemen yang baik.

“Anak-anak terlibat dalam seluruh siklus perawatan dan produksi selama 24 jam, termasuk proses breeding ayam dan penanganan hasil panen. Ini menjadi bekal penting karena mereka terbiasa dengan standar dunia usaha dan industri,” ungkapnya. Kemitraan dengan korporasi, lanjut Khofifah, juga memastikan produk sekolah memenuhi standar profesional sehingga relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, hingga saat ini 754 sekolah telah mengikuti Program SIKAP dari sekitar 4.300 sekolah di Jawa Timur. Partisipasi tersebut dinilai signifikan, mengingat tidak semua sekolah memiliki lahan luas.

“Keterbatasan lahan disiasati dengan inovasi. Sekolah memanfaatkan lahan minimalis, termasuk sistem hidroponik. Jenis tanaman disesuaikan dengan karakteristik wilayah,” kata Aries. Di SMK, program ini terintegrasi dengan aspek produksi dan pemasaran, sementara di SMA dan SLB hasil panen dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa sehingga tercipta ekosistem saling mendukung.

Khofifah menegaskan, dua penghargaan MURI menjadi pengakuan atas kerja kolektif pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, dan siswa. “Ini bukan sekadar rekor, tetapi bukti bahwa SIKAP berjalan nyata dan berkelanjutan. Harapannya, sekolah-sekolah di Jawa Timur terus menjadi motor penggerak ketahanan pangan berbasis pendidikan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru