Rusia Melirik Potensi Maritim Jatim, Gubernur Khofifah: Saatnya Perkuat SDM dan Infrastruktur Laut

Kamis, 6 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Penasihat Presiden Federasi Rusia, H.E. Nikolai Patrushev, bersama delegasi Dewan Maritim Federasi Rusia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (5/11). Pertemuan ini membuka peluang kerja sama strategis antara Jawa Timur dan Rusia di bidang maritim, pendidikan, serta penelusuran sejarah diplomasi dua negara.

Khofifah menilai kunjungan tersebut penting bagi penguatan hubungan bilateral dan peningkatan daya saing Jawa Timur di sektor maritim. Ia menjelaskan, Jawa Timur menjadi simpul logistik utama bagi Indonesia timur dengan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Dari 39 jalur tol laut nasional, 21 di antaranya berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Wilayah timur Indonesia tidak bisa dihubungkan melalui jalur darat, sehingga konektivitas laut menjadi vital. Karena itu, kami menyambut baik peluang investasi Rusia di sektor galangan kapal, pelabuhan, dan pendidikan maritim,” ujar Khofifah.

Selain membahas kerja sama ekonomi, Rusia juga menawarkan kolaborasi dalam penelusuran sejarah diplomasi dan pembangunan monumen persahabatan untuk mengenang dukungan rakyat Rusia terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Patrushev mengusulkan pembangunan monumen kapal selam Pasopati di Surabaya sebagai simbol hubungan kedua negara.

Khofifah menyambut positif gagasan tersebut dan menilai simbol historis itu akan mempererat hubungan budaya dan diplomasi antara kedua bangsa. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama pendidikan maritim untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia di Jawa Timur.

“Jawa Timur membutuhkan SDM yang menguasai teknologi maritim agar mampu menghadapi tantangan industri global. Kolaborasi dengan Rusia bisa mempercepat transfer ilmu dan inovasi,” kata Khofifah.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,23 persen pada Triwulan II 2025 menjadi bukti kesiapan provinsi ini dalam menjalin kemitraan internasional. Dengan kontribusi 14,44 persen terhadap PDB nasional, Jawa Timur menjadi provinsi dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di Indonesia.

Penasihat Presiden Rusia Nikolai Patrushev menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Jawa Timur. Ia menilai potensi ekonomi maritim di wilayah ini sangat besar dan menawarkan kerja sama pembangunan infrastruktur, pendidikan maritim, hingga industri kapal.

“Saya yakin kerja sama antara Rusia dan Jawa Timur akan konstruktif dan saling menguntungkan,” ujar Patrushev.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru