KENDAL,RadarBangsa.co.id – Unit Gakkum Satlantas Polres Kendal turun langsung melakukan evaluasi di lokasi rawan kecelakaan akibat jalan licin karena ceceran tanah proyek pengurukan lahan di Jalan Lingkar Kaliwungu, Desa Sumberejo, Kabupaten Kendal, Senin (25/5/2026).
Evaluasi dipimpin Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, IPDA M Heru Ardiantoro, menyusul seringnya kecelakaan pengendara motor yang terjatuh akibat kondisi jalan berlumpur dan licin dari aktivitas proyek pengurukan.
“Hari ini saya melakukan evaluasi jalan karena seringnya kejadian laka di sekitar lokasi tersebut,” kata Heru saat ditemui di lokasi.
Dalam sebulan terakhir, sedikitnya enam kecelakaan terjadi di ruas jalan tersebut. Seluruh kecelakaan diduga dipicu tumpahan dan ceceran tanah dari truk pengangkut material proyek yang membuat badan jalan licin, terutama saat hujan turun.
Dalam evaluasi itu, petugas melakukan pengecekan serta pengukuran jalan yang terdampak ceceran tanah. Polisi juga memberikan imbauan kepada pengelola proyek agar rutin membersihkan tanah dan lumpur yang tercecer di badan jalan demi keselamatan pengguna jalan.
Dari hasil pengecekan, petugas menemukan proyek tersebut belum memiliki izin analisis dampak lalu lintas (andalalin). Satlantas Polres Kendal juga telah berkoordinasi dengan instansi pekerjaan umum terkait persoalan itu.
“Dari hasil pengecekan ditemukan izin andalalin belum ada dan sudah koordinasi dengan PU. Ternyata mereka sudah memberikan surat teguran terkait pekerjaannya,” imbuh Heru.
Surat teguran kepada PT Bukit Sawi Indo Permata dikeluarkan Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta karena pelaksana proyek dinilai tidak memperhatikan faktor kebersihan dan keselamatan pengguna jalan.
Heru menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menghentikan sementara aktivitas proyek apabila teguran tersebut tidak diindahkan.
“Jika memang tidak bisa mengindahkan teguran yang sudah diberikan, kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menutup sementara kegiatan pekerjaan pengurukan,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ceceran tanah dan lumpur terlihat membentang hingga sekitar 700 meter dari lokasi proyek. Kondisi semakin berbahaya karena lokasi berada di jalur menurun dan tikungan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara motor.
Penulis : Tim
Editor : Arifin Zaenul


















Komentar