SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Satlantas Polresta Sidoarjo meraih penilaian terbaik dalam kategori Manajemen Rekayasa Lalu Lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Capaian tersebut menjadi apresiasi atas kinerja personel dalam mengelola pergerakan kendaraan selama momentum mudik dan balik Lebaran.
Penilaian tersebut berkaitan dengan kemampuan jajaran Satlantas dalam mengatur sekaligus merekayasa arus kendaraan, terutama di kawasan terminal yang menjadi salah satu simpul penting mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Pelaksanaan rekayasa lalu lintas melibatkan sinergi antara Polri, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Dinas Perhubungan, pengelola terminal, TNI, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi lintas instansi diperlukan untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama arus mudik maupun balik.
Dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, Polresta Sidoarjo mengerahkan 950 personel gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan unsur lainnya.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing mengapresiasi capaian Satlantas tersebut. Menurut dia, penilaian itu merupakan bentuk penghargaan terhadap personel yang bekerja di lapangan untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap aman dan lancar.
“Ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja anggota dalam melakukan pengelolaan dan rekayasa lalu lintas, khususnya di kawasan terminal selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026,” ujar Christian dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Selama operasi berlangsung, personel Satlantas tidak hanya melakukan pengaturan lalu lintas secara rutin. Strategi pengamanan dan rekayasa arus diterapkan dengan menyesuaikan kondisi serta kepadatan kendaraan di lapangan.
Kawasan terminal menjadi salah satu titik perhatian karena mempertemukan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kedatangan dan keberangkatan penumpang, kendaraan umum, kendaraan pribadi hingga aktivitas pendukung lainnya. Pengaturan yang tepat dibutuhkan agar kepadatan kendaraan tidak berkembang menjadi antrean panjang yang berdampak pada ruas jalan di sekitarnya.
Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Yudhi Anugrah Putra menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel dan stakeholder terkait. Persiapan pola pengamanan dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik pergerakan masyarakat.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh personel serta stakeholder terkait. Sejak awal, kami berupaya menyiapkan pola pengamanan dan rekayasa lalu lintas yang tepat agar mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan terminal, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” kata Yudhi.
Bagi Satlantas Polresta Sidoarjo, penghargaan tersebut menjadi tolok ukur untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Ukuran keberhasilan tidak hanya dilihat dari capaian penghargaan, tetapi juga dari kehadiran petugas yang dapat dirasakan masyarakat saat menggunakan jalan.
“Yang paling utama bukan penghargaan yang kami terima, tetapi bagaimana kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan masyarakat melalui terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” jelasnya, dikutip Selasa (11/8/2026).
Strategi Satlantas Polresta Sidoarjo sepanjang 2026 juga mencakup penegakan hukum berbasis teknologi melalui ETLE Handheld. Dalam 10 hari pelaksanaan pada akhir April hingga awal Mei, tercatat 1.073 pelanggaran lalu lintas yang ditindak.
Data tersebut menunjukkan strategi kepolisian tidak hanya bertumpu pada penindakan. Pengaturan, pencegahan, edukasi dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas.
Yudhi memastikan capaian dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi dinamika lalu lintas berikutnya.
“Berbagai strategi dan inovasi akan terus kami kembangkan menyesuaikan dinamika mobilitas masyarakat. Keselamatan, keamanan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” tandasnya.
Capaian tersebut menunjukkan pengelolaan lalu lintas di Sidoarjo membutuhkan pengaturan lapangan, rekayasa arus, respons cepat, koordinasi lintas instansi dan kemampuan menyesuaikan pola pergerakan masyarakat.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar