Semarang Kenalkan Tradisi Sedekah Bumi Lewat CFD Simpang Lima, Gumi Lestari Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal

Senin, 8 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengunjung CFD Simpang Lima Semarang mengunjungi booth edukasi budaya Sedekah Bumi yang digelar Gumi Lestari untuk memperkenalkan tradisi lokal kepada masyarakat. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pengunjung CFD Simpang Lima Semarang mengunjungi booth edukasi budaya Sedekah Bumi yang digelar Gumi Lestari untuk memperkenalkan tradisi lokal kepada masyarakat. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Tradisi Sedekah Bumi yang selama ini hidup dan berkembang di berbagai daerah di Indonesia diperkenalkan kepada masyarakat melalui cara yang lebih interaktif dan edukatif. Komunitas Gumi Lestari menggelar kegiatan pengenalan budaya dalam ajang Car Free Day (CFD) Simpang Lima Semarang, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 09.00 WIB itu menarik perhatian pengunjung CFD yang memadati kawasan Simpang Lima. Melalui booth edukasi yang disediakan, masyarakat diajak mengenal lebih dekat makna, sejarah, hingga rangkaian pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi yang menjadi bagian dari warisan budaya nusantara.

Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital, kegiatan ini dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga eksistensi budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Pengunjung dapat membaca berbagai informasi yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami. Materi tersebut menjelaskan filosofi Sedekah Bumi sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen, keberkahan alam, serta simbol kebersamaan dalam kehidupan sosial.

Tak hanya membaca informasi, peserta juga diajak mengikuti kuis interaktif yang disiapkan panitia. Pertanyaan yang diajukan berasal dari materi yang telah dipelajari sebelumnya. Pengunjung yang mampu menjawab dengan benar berkesempatan mendapatkan hadiah menarik.

Ketua kegiatan, Devica Ramadhani, mengatakan konsep edukasi budaya dikemas dengan pendekatan yang ringan agar lebih mudah diterima masyarakat dari berbagai kalangan usia.

“Materi kami sajikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti sehingga masyarakat lebih tertarik untuk membaca dan memahami budaya Sedekah Bumi,” ujar Devica.

Menurutnya, metode edukasi yang dipadukan dengan permainan interaktif menjadi strategi efektif untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap budaya lokal yang mulai jarang dikenal generasi muda.

Selain memberikan pengetahuan baru, kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan masyarakat dengan nilai-nilai budaya yang mengajarkan gotong royong, rasa syukur, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Gumi Lestari berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan di ruang-ruang publik sehingga pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau komunitas budaya, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

“Harapannya masyarakat semakin mengenal dan memahami nilai-nilai Sedekah Bumi sehingga tradisi ini tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkas Devica.

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Lamongan Normalisasi 262 Titik Kali Sepanjang 214 Km
Indeks Integritas Sidoarjo Masuk Kategori Rentan, Subandi Dorong Warga Berani Melapor
Kehilangan Air Delta Tirta Sidoarjo 34,06 Persen, Subandi Dorong Digitalisasi Pengawasan
Dana Transfer Daerah Turun, Ini Strategi Bupati Pasuruan Jaga Pembangunan 2027
Disdukcapil Jember Raih ISO 27001:2022, Data Penduduk Jadi Prioritas
46.973 Buruh Rokok Malang Terima BLT, Sekda Ingatkan Penggunaan Dana
KNMP Banyuwangi Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Kuliner Hasil Laut
Nataru 2026, Tiga Pelabuhan Alternatif Disiapkan untuk Urai Kepadatan Ketapang–Gilimanuk

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:47

Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Lamongan Normalisasi 262 Titik Kali Sepanjang 214 Km

Kamis, 5 November 2026 - 19:30

Kehilangan Air Delta Tirta Sidoarjo 34,06 Persen, Subandi Dorong Digitalisasi Pengawasan

Kamis, 5 November 2026 - 19:21

Dana Transfer Daerah Turun, Ini Strategi Bupati Pasuruan Jaga Pembangunan 2027

Kamis, 5 November 2026 - 18:32

Disdukcapil Jember Raih ISO 27001:2022, Data Penduduk Jadi Prioritas

Kamis, 5 November 2026 - 10:13

46.973 Buruh Rokok Malang Terima BLT, Sekda Ingatkan Penggunaan Dana

Berita Terbaru