Senator Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Apresiasi Komitmen Pemerintah Jaga Transfer Daerah

- Redaksi

Sabtu, 13 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama  (Foto Dok Pribadi)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama (Foto Dok Pribadi)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau akrab disapa Ning Lia, menyambut positif pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang memastikan alokasi transfer ke daerah (TKD) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 tidak akan dipotong.

Bahkan, Menkeu membuka peluang adanya kenaikan dana TKD apabila mendapat persetujuan DPR RI. Kepastian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi daerah yang tengah menggenjot pembangunan dan pemulihan ekonomi pascapandemi.

Menurut Ning Lia, komitmen pemerintah pusat menjaga keberlanjutan alokasi TKD menjadi faktor kunci bagi keberhasilan pembangunan di daerah. Dukungan fiskal dari pusat, kata dia, sangat menentukan jalannya berbagai program mulai dari peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Harapan kami, rencana ini benar-benar terealisasi, karena daerah membutuhkan sokongan fiskal yang kuat untuk mengakselerasi ekonomi,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/9/2025).

Senator yang juga putri ulama besar KH Maskur Hasyim ini menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau pembahasan RAPBN 2026. Ia juga berkomitmen mendorong agar DPR RI sebagai mitra parlemen mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat tersebut.

“DPD tentu berkepentingan untuk memastikan kebijakan fiskal benar-benar berpihak kepada masyarakat di daerah. Kami akan ikut mengawal agar semangat positif ini tidak berubah dalam proses pembahasan RAPBN,” tegasnya.

Meski menyambut baik janji Menkeu, Ning Lia juga memberikan catatan. Menurutnya, pemangkasan alokasi TKD justru berpotensi melemahkan kemampuan fiskal pemerintah daerah. Kondisi ini bisa memaksa daerah mencari alternatif pembiayaan, termasuk dengan menaikkan pajak daerah.

“Kalau dana dari pusat berkurang, pilihan yang paling mudah bagi daerah biasanya menaikkan pajak, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Padahal, itu justru akan membebani masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia menekankan pentingnya konsistensi pemerintah pusat dalam mendukung daerah melalui transfer dana yang memadai. Ia berharap keputusan politik di Senayan tidak menggeser arah kebijakan yang sudah dicanangkan.

“Saya berharap kebijakan pemerintah pusat terkait TKD 2026 benar-benar berpihak pada rakyat, dan pembahasan di DPR RI nanti tidak mengubah arah positif yang sudah dicanangkan pemerintah,” pungkas Ning Lia.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan
2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci
Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:32 WIB

DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:06 WIB

Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:00 WIB

Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:52 WIB

Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:45 WIB

2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci

Berita Terbaru