Kajati Jawa Timur Kuntadi Tekankan Pentingnya Pertanggungjawaban Korporasi

Sabtu, 13 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Dr. Kuntadi, S.H., M.H., saat memberikan materi dalam Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXXII Gelombang II Tahun 2025 di Kampus A Badan Diklat Kejaksaan RI. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Dr. Kuntadi, S.H., M.H., saat memberikan materi dalam Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXXII Gelombang II Tahun 2025 di Kampus A Badan Diklat Kejaksaan RI. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Dr. Kuntadi, S.H., M.H., hadir sebagai pengajar dalam Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXXII Gelombang II Tahun 2025 di Kampus A Badan Diklat Kejaksaan RI, Jumat (12/9/2025).

Dalam kesempatan itu, Kuntadi membawakan materi bertajuk “Pertanggungjawaban Korporasi dalam Tindak Pidana.” Topik ini dinilai sangat relevan mengingat maraknya kasus kejahatan korporasi di Indonesia dengan potensi kerugian negara yang ditaksir mencapai ratusan triliun rupiah.

Menurut Kuntadi, kejahatan korporasi merupakan salah satu bentuk white collar crime yang modusnya semakin beragam. Praktik tersebut mencakup economic crime, eksploitasi sumber daya, hingga perusakan lingkungan hidup yang berdampak luas terhadap masyarakat.

“Kejahatan korporasi merupakan bentuk kejahatan white collar dengan berbagai modus. Semua itu menyebabkan kerugian serius bagi negara dan masyarakat,” tegasnya di hadapan peserta PPPJ.

Dalam pemaparannya, Kuntadi menjelaskan bahwa untuk menjerat korporasi sebagai pelaku tindak pidana, aparat penegak hukum perlu memahami tiga teori utama: identification theory, alter ego theory, dan aggregation theory.

Ketiga teori tersebut, lanjutnya, digunakan untuk menentukan siapa yang menjadi *directing mind* korporasi atau pihak yang mewakili kehendak dan tindakan badan hukum.

“Pendekatan teori yang sahih secara yuridis sangat penting agar pertanggungjawaban korporasi bisa ditegakkan dengan adil,” jelasnya.

Kuntadi juga menguraikan jenis-jenis sanksi yang dapat dijatuhkan kepada korporasi. Sanksi pidana pokok bisa berupa denda, sementara pidana tindakan dapat berupa perampasan keuntungan atau pengambilalihan sementara. Adapun pidana tambahan mencakup pencabutan izin usaha, pembekuan kegiatan usaha, hingga pembubaran korporasi.

Ia menekankan, kejahatan korporasi bukan hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga menimbulkan potential loss multidimensi—meliputi kerusakan ekologis, dampak sosial, hingga konsekuensi hukum.

“Jaksa wajib mengedepankan asas restitutio ad integrum dalam penegakan hukum, yakni mengutamakan pemulihan kerugian dan pengembalian aset kepada negara,” tandasnya.

Kehadiran Kuntadi dalam PPPJ ini disebut sebagai bagian dari komitmen Kejati Jatim untuk membangun kapasitas calon jaksa yang progresif, responsif, serta berintegritas. Diharapkan, materi tersebut dapat memperkaya perspektif peserta dalam menghadapi tantangan hukum yang semakin kompleks.

“Jaksa yang andal bukan hanya mampu menuntut, tetapi juga memahami bagaimana menegakkan hukum terhadap korporasi yang terbukti merugikan negara,” pungkas Kuntadi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Berita Terbaru