SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi kinerja Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Dalam momentum hari jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, ia menyoroti pendekatan pembangunan yang dinilainya kolaboratif dan inklusif, terutama dalam dukungan terhadap pertanian, penanganan kemiskinan ekstrem, serta penguatan desa mandiri.
Apresiasi tersebut disampaikan Lia pada Minggu (11/10/2026). Menurutnya, pemerataan pembangunan dan keadilan dalam pelayanan publik perlu terus dijaga agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Lia menilai pembangunan daerah perlu menjangkau beragam kelompok, termasuk masyarakat di bidang sosial dan keagamaan. Pendekatan yang merangkul berbagai elemen masyarakat, menurutnya, menjadi salah satu aspek penting dalam kepemimpinan Khofifah dan Emil.
Di sektor pertanian, Lia menyoroti penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah provinsi kepada petani. Ia menilai dukungan tersebut relevan dengan upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
“Dukungan terhadap petani menjadi bagian penting dalam mewujudkan agenda besar kedaulatan pangan yang juga menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto,” katanya.
Lia juga menyebut Khofifah rutin memberikan dukungan alsintan untuk menunjang kegiatan pertanian. Menurutnya, penguatan sektor pertanian daerah menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan agenda kedaulatan pangan.
“Kalau kita bicara bagaimana Indonesia memiliki mimpi besar dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk kedaulatan pangan, kita sama-sama menjadi saksi bahwa Ibu Gubernur Khofifah sangat rutin memberikan alsintan untuk pertanian,” tandasnya.
Selain pertanian, Lia menyoroti perkembangan penanganan kemiskinan ekstrem dan pertambahan jumlah desa mandiri di Jawa Timur. Ia menyebut kemiskinan ekstrem menunjukkan tren penurunan, sedangkan jumlah desa mandiri terus bertambah. Namun, ia tidak merinci angka maupun periode yang menjadi dasar penilaiannya.
“Kalau bicara kemiskinan ekstrem, itu secara konsisten selalu menurun. Sebaliknya, desa mandiri selalu bertambah. Jadi, semuanya itu progresif,” ucapnya.
Lia menilai perkembangan tersebut perlu diikuti dengan upaya menjaga keberlanjutan pembangunan. Pemerataan kesempatan ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan kapasitas desa menjadi aspek yang menurutnya perlu terus diperhatikan agar capaian pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Ia juga mendukung visi Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara”. Menurut Lia, pencapaian visi tersebut membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat, disertai komitmen untuk memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata.
“Kita tentunya berharap pada kesempatan hari jadi Pemprov Jawa Timur saat ini, Jawa Timur semakin maju dan semakin hebat. Mimpi besar beliau bahwa Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara itu menjadi kenyataan,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar