Senator DPD RI Lia Istifhama Soroti Peran Strategis MAN 3 Mantingan Ngawi

Sabtu, 10 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama berdialog dengan civitas akademika MAN 3 Mantingan Ngawi saat kunjungan kerja. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Anggota DPD RI Lia Istifhama berdialog dengan civitas akademika MAN 3 Mantingan Ngawi saat kunjungan kerja. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

NGAWI, RadarBangsa.co.id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Mantingan Ngawi dinilai memiliki posisi strategis sebagai representasi pendidikan Islam negeri di wilayah perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Letaknya yang hanya sekitar 500 meter dari batas provinsi menjadikan madrasah ini bukan sekadar lembaga pendidikan lokal, melainkan etalase kehadiran negara di kawasan barat Jawa Timur.

Penilaian tersebut disampaikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat melakukan kunjungan kerja ke MAN 3 Mantingan, Kamis (8/1/2026). Dalam agenda itu, Lia meninjau fasilitas madrasah, berdialog dengan kepala sekolah dan guru, serta menyerap aspirasi para siswa terkait proses belajar dan pengembangan sekolah.

“MAN 3 Mantingan bukan hanya tempat belajar, tetapi wajah pendidikan Islam negeri di gerbang barat Jawa Timur. Sekolah di perbatasan memiliki makna simbolik yang kuat karena menjadi cerminan langsung kehadiran negara,” ujar Lia Istifhama, Senator DPD RI.

Menurut Lia, posisi geografis MAN 3 Mantingan membuatnya berperan ganda. Selain melayani kebutuhan pendidikan masyarakat Ngawi, madrasah ini juga menjadi rujukan bagi warga dari wilayah sekitar yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut dukungan fasilitas dan infrastruktur yang sepadan agar kualitas layanan pendidikan tetap terjaga.

Sejalan dengan itu, Kepala MAN 3 Ngawi, Masrukhin, mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap madrasah terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Setiap tahun, jumlah pendaftar tercatat mencapai hingga tiga kali lipat dari daya tampung yang tersedia.

“Tingginya animo ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap MAN 3 Mantingan. Namun, di sisi lain, kami masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana yang perlu segera ditangani,” kata Masrukhin.

Dari sisi program unggulan, MAN 3 Mantingan dikenal aktif mengembangkan pembinaan olahraga bola voli. Program ini telah mengantarkan siswa meraih prestasi di tingkat kabupaten hingga regional, sekaligus memperkuat citra madrasah di tengah persaingan antar sekolah menengah di wilayah Ngawi dan sekitarnya.

Selain prestasi nonakademik, madrasah ini juga mengembangkan pendekatan pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Model pembelajaran tersebut dirancang agar lulusan memiliki keterampilan praktis yang relevan, tanpa meninggalkan nilai dan karakter pendidikan Islam.

“Pendekatan vokasi kami kembangkan agar siswa siap menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan, dengan tetap berlandaskan nilai keislaman,” ujar Masrukhin.

Meski demikian, keterbatasan fasilitas fisik masih menjadi tantangan utama. Pihak madrasah telah mengajukan proposal pembangunan gedung kepada Kementerian Agama RI, namun hingga kini belum terealisasi.

Menanggapi hal tersebut, Lia Istifhama menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi MAN 3 Mantingan di tingkat pusat. Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan pemerataan infrastruktur, terutama bagi madrasah di wilayah perbatasan.

“Ketika prestasi dan minat masyarakat tinggi, negara tidak boleh tertinggal. Pembangunan fasilitas di MAN 3 Mantingan adalah bagian dari keadilan pembangunan pendidikan nasional,” kata Lia.

Ke depan, dukungan kebijakan dan percepatan pembangunan infrastruktur diharapkan mampu memperkuat posisi MAN 3 Mantingan Ngawi sebagai madrasah unggulan sekaligus ikon pendidikan Islam negeri di gerbang barat Jawa Timur.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian
Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian
Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah
SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim
Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan
Program SIKAP Jatim Raih Penghargaan Nasional, 1.548 Sekolah Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
TKA SMKN 8 Malang Diikuti 391 Murid, Khofifah Turun Langsung
Kapolres Lamongan Ajak Pelajar SMPN 1 Jauhi Narkoba Lewat POLIDIK

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:41

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14

Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08

Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:22

SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:54

Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan

Berita Terbaru